Saturday, November 30, 2019

Contoh Cerpen


Puisi Terakhir untuk Pak Guru



“Selamat Pagi Pak?” Sapaku pada Pak guru pagi itu, kami berpapasan di koridor sekolah.

“Selamat Pagi Dimas” Jawabnya.

“Besok ada pelajaran bapak di kelas 2A, apa bapak mau masuk?” Aku bertanya karena Pak Ridho memang jarang masuk kelas.

“Oh besok ya? Iya tentu bapak akan masuk.” Jawab Pak Ridho.

“Baik Pak terimakasih.”

Aku menanyakan apakah Pak Ridho mau masuk atau tidak besok, karena memang biasanya Pak Ridho itu jarang masuk kelas. Anak anak menyangka kalau beliau gak bener jadi Guru karena jarang masuk. Alasannya ada pelatihan gurulah, ada saudara sakitlah, kurang enak badanlah, itu dan itu saja alasannya bergantian. Tetapi Pak Ridho juga termasuk guru Sastra Indonesia terfavorit karena cara ngajarnya itu sangat mudah dimengerti oleh kami, tidak hanya kelas 11, tetapi kelas 10,dan 12 pun puas dengan cara Pak Ridho mengajar.

“Dimas! Dimas!” Ada yang panggil aku ternyata Si Rio.

“Kamu ketemu sama Pak Ridho kan? Gimana besok Pak Ridho masuk kan?” tanya Rio.

“Iya Yo, Pak Ridho akan masuk besok.” Jawabku.

“Syukurlah. Gimana jadinya kalo dia dua kali berturut turut gak masuk kelas? Walaupun pelajaran Bahasa Indonesia itu gak perlu dijelasin panjang lebar, tapi kak tetep kita butuh guru untuk lebih menjelaskan pelajaran tersebut. Selain itu, anak anak malah males belajar kalo gak ada gurunya.” Jelas Rio.

“Iya Yo aku juga bersyukur.” Kataku.

Besoknya aku sangat bersemangat untuk pergi sekolah, karena Pak Ridho akan masuk. Aku suka sekali pelajaran Bahasan Indonesia, karena cita citaku adalah jadi sastrawan. Dan setelah tamat SMA ini, aku berniat untuk melanjutkan kuliah di Prodi Sastra Indonesia, Universitas Indonesia.

Aku juga suka membuat puisi, sering ikutan lomba Cipta Puisi, lomba baca puisi, cerpen, novel, dan banyak karya karyaku jika aku bukukan mungkin ada sekitar 10 buku.

“Assalamualaikum anak anak?” Pak Ridho masuk kelas dan mengucapkan salam.

“Waalaikumsalam Pak ..” Jawab kami serentak.

“Bagaimana sudah siap untuk belajar ?” Tanya Pak Ridho.

“Sudah Pak..”jawab anak anak serempak.

“Minggu lalu ada kabar bapak tidak masuk karena ada saudara bapak yang dibawa kerumah sakit ya Pak?” tanya Rio.

“Oh iya minggu lalu, maafkan bapak ya, ada banyak gangguan jadi bapak tidak maksimal mengajar kalian.” Pak Ardi terlihat sungguh sungguh.

“Iya pak tidak apa apa” jawab kami serentak.

“Asal jangan terlalu sering ya Pak!.” Kata Doni yang duduk di kursi paling belakang.

Anak anak dan Pak Ridho pun tertawa.

Proses belajar mengajar berlangsung sangat kondusif dengan materi puisi yang diajarkan. Kami diberikan tips dan trik untuk membuat puisi dengan mudah. Dan kami juga bergantian untuk membacakan puisi di depan kelas.Yaa seperti biasa, aku selalu mendapat pujian dari Pak Ridho. Anak anakpun selalu bersorah dan bertepuk tangan dengan ramai setelah aku beres membacakan Puisiku. Setelah proses belajar pembelajaran selesai, Pak ardi memberikan pengumuman.

“Anak anak, minggu depan hari Kamis tanggal 2 Mei bertepatan dengan peringatan hari Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan kota Banjar akan mengadakan lomba baca puisi dengan puisi asli karya peserta. Bapak berharap sekolah kita bisa menjadi juaranya.”

“Dimas aja Pak, pasti sekolah kita juara.” Kata Rio yang selalu memujiku.

“Iya tidak hanya dimas saja, kalian juga boleh ikut untuk mengharumkan nama sekolah kita ini. nah siapkan puisi kalian, untuk audisi pemilihan perakilan dari sekolah kita ini. Pak kepala sekolah dan semua giru sastra yang akan menjadi jurinya.” Jelas Pak Ardi.

Sepulang sekolah, aku langsung memikirkan judul puisi yang akan kubuat untuk audisi lusa di sekolah. “Kira kira puisi apa ya yang akan aku bacakan ? ah bagaimana kalo judulnya guru saja? tunggu! Tapi itu terlalu familiar. Bagaimana dengan sekolah? Ah itu juga terkesan luas dan tidak spesifik. Terus apa ya?” kataku berbicara sendiri. Sampai kedengaran ke ruang keluarga.

“Udah pilih aja salah satu guru disekolahmu yang sangat kamu kagumi, jadikan nama guru itu sebagai judul puisimu, dan utarakan semua hal tentang dia yang membuatmu sangat mengaguminya.” Saran ibuku.

Aku langsung membuka pintu kamar. “Apa bu? Salah satu guru yang aku kagumi?” dengan keningku yang berkerut mencoba untuk mengerti apa maksud ibuku. Ibuku adalah sarjana sastra dulunya. Itu sebabnya beliau sangat tahu tentang puisi dan juga sering memberi ide ide di setiap puisi yang aku buat.

“Iya.. Dim, salah satu gurumu saja.” tegas ibu.

“Eu… Oke! Aku mengerti maksud ibu.” Kataku yang memang sudah tau apa yang harus aku tulis.

Lusa pun tiba, aku segera memasuki kelas yang didalamnya sudah ada para juri. Aku tersadar bahwa diantara juri itu tidak ada Pak Ridho.

“Maaf Pak, Pak Ridho kemana ya?” tanya ku kepada Bapak kepala sekolah.

“Oh Pak Ridho, katanya dia ngurusin keluarganya yang sedang sakit jadi gak bisa kesini.

“Oh begitu ya Pak. Terima kasih Pak.” Kataku.

“Baik silahkan mulai saja.” Kata pak kepala sekolah.

“Baik pak.” Siapku.

Semua juara bertepuk tangan. Akhirnya sampailah pada pengumuman yang ditunggu tunggu. Dan Alhamdulillah aku yang terpilih sebagai perwakilan dari sekolah.

Tanggal 2 Mei 2019 pun tiba, aku berdoa supaya dapat memberikan yang terbaik untuk sekolahku. Aku juga berharap Pak Ridho datang. Tiba tiba Rio dapat telepon dari Pak Dani, guru sastra kelas 10 yang rumahnya bertetanggaan dengan Pak Ridho. Katanya Pak Ridho meninggal. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, beliau sempat memberi amanat kepada Pak Dani untuk menyemangati ku hari ini. dan beliau berdoa semoga aku bisa juara. Alangkah sedihnya aku waktu itu, tak sadar aku berlinang air mata. Rio berkata padaku bahwa dia menyesal telah berpikiran aneh selama ini. ternyata beliau jarang masuk bukan karena mengurusi keluarganya sendiri, tetapi beliaulah yang sakit dan dirawat waktu itu. Sebelum tampil membacakan puisi di panggung, aku memejamkan mata dan berdoa untuk Pak Ridho.

Pak ini adalah puisi terakhirku untukmu dan aku akan menjadi juara untuk Bapak.

Pak Ridho

Kala fajar menyingsing

Dengan harap yang tiada henti

Sepeda kusam yang ia miliki

Tak menghilangkan semangat tuk mencerdaskan ibu pertiwi

Pahlawan tanpa tanda jasa

Menjungjung tinggi sastra Indoinesia

Menebarkan benih sastra

Hingga jaya Indonesia


Cerpen ini pernah saya publikasikan untuk mengikuti lomba cipta cerpen peringatan hari pendidikan nasional yang diselenggarakan oleh salah satu universitas di Indonesia.

Sunday, November 17, 2019

Praktikum Proses Oksidasi dan Respirasi

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES OKSIDASI DAN PROSES RESPIRASI
          Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Praktikum Fisiologi Hewan yang diampu oleh Ibu Siti Nurkamilah M.Pd




Disusun oleh :
Annisa Muthmainah (17543004)
Ayu Mutia Lestari (17542002)
Elsa Nursafitri Utami (17542012)
Lutfi Muhamad Fauzi (17541003)
Pina Yulianti (17543011)
Yuli Sumiati (17543018)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TERAPAN DAN SAINS
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA
2019
I.            Tujuan Praktikum
1.      Untuk mengetahui proses respirasi sel
2.      Untuk memahami proses respirasi anaerobic (Fermentasi)
3.      Untuk mengetahui jenis respirasi pada suatu sel makhluk hidup
4.      Untuk memahami proses oksidasi dalam masa respirasi

II.            Landasan Teori
Di dalam sel hidup terjadi proses metabolisme. Salah satu proses tersebut adalah katabolisme. Katabolisme disebut pula disimilasi karena dalam proses ini energy yang tersimpan ditimbulkan kembali atau dibongkar untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Adapun proses katabolisme yang akan dibahas adalah mengenai respirasi sel.
Respirasi sel berlangsung di dalam mitokondria melalui proses glikolisis yaitu proses pengubahan atom C6 menjadi C3. Dilanjutkan dengan proses dekarboksilasi oksidatif yang mengubah senyawa C3 menjadi senyawa C2 dan C1 (CO2). Kemudian Daur Krebs mengubah senyawa C2 menjadi CO2 pada setiap tingkatan proses ini dihasilkan energy berupa ATP (Adenosin Tri Phosphat) dan hydrogen.
Ada dua jenis respirasi sel yaitu :
1.      Respirasi Aerob/Aerobik
Respirasi aerobic dapat diartikan sebagai serangkaian reaksi enzimatik yang mengubah glukosa secara sempurna menjadi CO2 H2O dan energy. Reaksi dapat terjadi secara sempurna karena terdapat cukup oksigen. Energi yang dihasilkan dalama pernapasan aerob adalah 38 ATP
2.      Respirasi anaerob/anaerobic (Fermentasi)
Pernapasan ini dapat diartikan sebagai serangkaian reaksi enzimatik yang mengubah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Pada manusia respirasi ini menghasilkan asam laktat, sedangkan pada tumbuhan reaksi ini menghasilkan CO2 dan alcohol. Respirasi ini hanya menghasilkan sedikit energy yaitu 2 ATP.

III.            Alat dan Bahan
·         Tabung reaksi
·         Bunsen spiritus
·         Kawat kasa
·         Kaki tiga
·         Penjepit tabung reaksi
·         Pipet tetes
·         Gelas kimia
·         Larutan gist/ragi (15 gram dalam 25o cc larutan sukrosa 10%
·         Methylen blue diencerkan
·         Larutan glukosa 10 % dalam aquades

IV.            Langkah Kerja

1.      Diberi tabel pada masing-masing tabel dengan huruf A, B, C dan D
2.      5 cc larutan gist / ragi yang telah dibuat kemudian dididihkan dengan bunsen
3.      Masing-masing 1 cc larutan gist / ragi yang telah dipanaskan tersebut dimasukkan ke dalam tabung A dan B
4.      Kemudian 5 cc larutan gist / ragi yang masih dingin diambil lalu dimasukkan masing-masing ke tabung C dan D
5.      Ditambahkan larutan glukosa 10% dan methyilen blue ke setiap tabung di atas
6.      Diencerkan tabung tersebut dengan aquades sebanyak 5 cc, kemudia sumbat dengan ibu jari dan kocok
7.      Tabung B dan D dibiarkan terbuka , sedangkan tabung A dan C tertutup dengan plastik/kapas
8.      Semua tabung reaksi dimasukkan kedalam air yang bersuhu 40 C
9.      Dilakukan pengamatan perubahan warna yang terjadi selama 15 menit selama 60 menit






V.            Hasil Pengamatan
Tabung
Warna
Sebelum
Sesudah
10’
10’
10’
10’
A
Biru
+++
+++
++
++
B
Biru
+++
++
+
+
C
Biru
+++
++
+
Putih
D
Biru
++
+
Putih
Bening

VI.            Pembahasan
Dari hasil data pengamatan di atas dapat dilihat perbedaan kecepatan perubahan warna antara tabung A, B dengan tabung C, D. Tabung C, D mengalami perubahan warna lebih cepat dari tabung A, B. Hal tersebut terjadi karena pada tabung A, B sebelumnya telah dipanaskan. Proses pemanasan tersebut menyebabkan organisme pada tabung A, B mati sehingga proses respirasinya terhambat. Sedangkan pada tabung C, D yang tidak dipanaskan mengalami perubahan warna yang signifikan hingga menuju titik akromatis. Hal tersebut menandakan bahwa organisme pada tabung C, D aktif melakukan respirasi sehingga proses respirasi berlangsung secara optimal.
Pada tabung C, D juga terdapat perbedaan kecepatan perubahan warna. Tabung D lebih cepat mengalami perubahan warna dari tabung C.  Hal tersebut terjadi karena keduanya diberikan perlakuan yang berbeda. Tabung D dibiarkan terbuka sedangkan tabung C ditutup dengan kapas hingga tidak ada oksigen yang masuk. Tabung D yang dibiarkan terbuka mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sehingga proses respirasi terjadi secara sempurna. Proses respirasi yang menggunakan oksigen disebut respirasi aerob. Sedangkan pada tabung C yang ditutup mengalami proses respirasi yang tidak sempurna karena kurangnya pasokan oksigen. Respirasi tersebut disebut dengan respirasi anaerob, yaitu respirasi yang tidak menggunakan oksigen.
Begitupun dengan tabung A, B juga diberikan perlakuan yang berbeda. Tabung A ditutup dengan kapas sedangkan tabung B dibiarkan terbuka. Sehingga tabung B lebih cepat mengalami perubahan warna karena terjadi respirasi yang sempurna atau respirasi aerob. Pada tabung A tidak terjadi respirasi yang sempurna atau respirasi anaerob karena tidak adanya oksigen.
Perubahan warna yang paling cepat terjadi pada tabung D karena tidak terjadi pemanasan dan dibiarkan terbuka. Sedangkan tabung yang paling sedikit mengalami perubahan warna terjadi pada tabung A yang telah mengalami pemanasan dan ditutup dengan kapas.


VII.            Kesimpulan

            Respirasi sel adalah proses pernafasan internal yaitu yang terjadi di dalam sel untuk mengubah glukosa menjadi CO2, H2O dan energi. Respirasi berlangsung dalam mitokondria melalui proses glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan transport elektron. Dalam masa respirasi tersebut ada yang disebut proses oksidasi yaitu tahapan pada saat fase kedua glikolisis, dengan mengubah triosafosfat menjadi asam piruvat.
Pada praktikum ini terjadi perbedahan kecepatan perubahan warna antara tabung A, B dengan tabung C dan D. Ini dikarenakan perlakuan yang berbeda pada tabung tersebut yang menghasilkan respirasi aerob pada tabung B dan D, sedangkan pada tabung A dan C terjadi respirasi anaerob. Dengan demikian, banyak sedikitnya oksigen menentukan kecepatan perubahan warna.


Daftar Pustaka

Poedjadi, Anna.2005. Dasar Dasar Biokimia. Jakarta : UI PRESS
Isnaeni, Wiwi. 2006. FISIOLOGI HEWAN. Yogyakarta : PT KANISIUS
PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
SISTEM PENCERNAAN PADA
Paramecium sp.
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum mata kuliah Fisiologi Hewan yang diampu oleh Siti Nurkamilah, M.Pd.




Disusun Oleh :
Lutfi Moch Fauzi    (17541003)
Ayu Mutia             (17542003 )
Elsa Nursafitri Utami (17542012)
Anisa Mutmainah (17543004)
Pina Yulianti          (17543011)
Yuli Sumiati           (17543018)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TERAPAN DAN SAINS
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA (IPI) GARUT
2019

Judul Praktikum : Pencernaan Makanan Pada Paramecium sp
Hari/ Tanggal     : 11 November 2019
I.                   Tujuan : Untuk mengetahui proses siklois dan pengeluaran sisa makanan yang tidak dicerna  ( Defekasi ) pada Paramecium sp
II.                Landasan Teori
       Metabolisme merupakan aktivitas hidup yang selalu terjadi pada setiap sel hidup, pada metabolisme sel bahan dan energy diperoleh dari lingkungan sel yang berupa cairan (kusmiawati, 2014:1). Secara umum metabolisme memiliki dua arah lintasan kimia organik, yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme ialah suatu reaksi dekomposisi (pemecahan), yang memecahkan molekul-molekul besar menjadi molekul-molekul kecil (kurnadi, 2001:8). Salah satu proses katabolisme yaitu pencernaan makanan yang berguna untuk menambah energi yang berguna bagi tubuh. Pencernaan makanan dibagi ke dalam dua jenis yaitu pencernaan intraseluler dan pencernaan ekstaseluler. Pencernaan ekstraseluler adalah perombakan makanan di luar sel (Husaman, 2013:10). Sedangkan pencernaan intraseluler adalah proses perombakan makanan yang terjadi didalam sel.
      Pada protozoa, proses pencernaannya terjadi dalam vakuola. Mula-mula, lisosom menyekresikan enzim pencrnaan ke dalam vakuola makanan. Enzim tersebut menyebabkan suasana vakuola berubah menjadi asam sehingga bahan makanan tercerna. Selanjutnya, terjadi pemisahan berbagai garam kalsium. Hal ini akan menciptakan suasana lingkungan dengan pH yang tepat bagi berbagai enzim untuk berfungsi secara optimal. Dalam keadaan seperti itu, bahan makanan akan disederhanakan sehingga dapat diserap oleh sitoplasma. Berakhirnya proses pencernaan ditandai dengan adanya perubahan keadaan lingkungandalam vakuola menjadi netral. Bahan makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui proses eksositosis.
       Menurut Campbell et all (2004:4) “vakuola makanan, organel seluler dimana enzim hidrotik merombak makanan tanpa mencerna sitoplasma sel sendiri, adalah kompartemen yang paling sederhana”. Protista heterotrofik mencerna makananya dalam vakuola makanan, umumnya setelah menelan makanan melalui fasogitosis atau pinositosis. Vakuola makanan menyatu dengan lisosom yang merupakan organel yang mengandung enzim hidrolitik. Keadaan ini akan memungkinkan makanan bercampur dengan enzim sehingga pencernaan terjadi secara aman di dalam suatu kompartemen yang terbungkus oleh membrane. Mekansisme pencernaan ini disebut pencernaan instraseluler. “complex body plans also include a circulatory fluid, such as blood. Exchange between the interstitial fluid and the circulatory fluid enables cell troughout the body to obtain nutients and get rid of wastes” (Campbell, 2011:854). Dengan adanya pertukaran cairan interstitial antar sel memungkinkn masuknya nutrisi dan membuang sampah sisa metabolism, sehingga kebutuhan tubuh akan energi dapat terpenuhi.
III.             Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
·         Mikroskop
·         Gelas kimia
·         Bunsen spiritus
·         Cover glass dan objek glass
·         Termometer
·         Kawat kasa
·         Kaki tiga
·         Pemantik
·         Pipet tetes
·         Kapas
·         Spatula
Bahan yang dibutuhkan yaitu sebagai berikut :
·         Air kolam yang keruh
·         Ragi jerami
·         Air kultur murni

IV.             Cara Kerja
Cara membuat  kultur Paramecium murni :
1.      Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      Diambil air sawah sebnayak 1000 ml.
3.      Dimasukan air sawah tersbeut kedalam gelas kimia maisng-maisng sebanyak 500 ml.
4.      Gelas kimia A dipanaskan dengan suhu 100 c, kemudian di dinginkan dibawah suu 30 c.
5.      Gelas kimia B digunakan untuk mencari 20 Paramecium sp.
6.      Dimasukan jerami kering yang sudah dipotong kecil-kecil secukupnya  kedalam gelas kimia A , kemudian dimasukan 20 Paramecium sp.
7.      Gelas kimia yang A ditutup digunakan kain kasa dan diberi karet supaya tidak kedap udara.
8.      Disimpan air kultur ditempat yang tidak kena sinar matahari selama 6 hari.
9.      Kemudian diulangi kembali sebanyak 4 kali pengulangan sampai benar-benar mendapatkan Paramecium sp.
Cara mencari Paramecium sp :
1.      Disiapakn alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      Diambil satu tetes air kultur murni.
3.      Disimpan air kultur di atas objek gelas.
4.      Ditambahkan larutan ragi satu tetes.
5.      Ditutup air kultur resebut dengan caver glass.
6.      Disimpan dibawah mikroskop dengan pembesaran yang diingikan.
7.      Dilihat system pencernaan pada Paramecium sp.

V.                Data Pengamatan




Gambar 1. Paramecium sp sebelum diberi ragi





Gambar 2. Paramecium sp setelah diberi ragi





 






Gambar 3. Gambar literature : Paramecium sp yang telah diberi ragi dan cairan conced.

VI.             Pembahasan
               Beradaskan hasil pengamatan, bentuk tubuh Paramecium umumnya seperti sandal atau sepatu dengan bagian depan tumbul dan meruncing di bagian belakang. Hidupnya di air tawar yang banyak mengandung bakteri atau zat zat organic. Padanya terdapat banyak silia untuk alat gerak dengan cara bergetar. Terdapat trichocyrt, mulut, rongga makanan, dan rongga berdenyut, makronukleus, mikronukleus dan sel dubur. Respirasi dan eksresi terjadi melalui permukaan tubuhnya.
               Pada protozoa, proses pencernaannya terjadi dalam vakuola. Mula-mula, lisosom menyekresikan enzim pencrnaan ke dalam vakuola makanan. Enzim tersebut menyebabkan suasana vakuola berubah menjadi asam sehingga bahan makanan tercerna. Selanjutnya, terjadi pemisahan berbagai garam kalsium. Hal ini akan menciptakan suasana lingkungan dengan pH yang tepat bagi berbagai enzim untuk berfungsi secara optimal. Dalam keadaan seperti itu, bahan makanan akan disederhanakan sehingga dapat diserap oleh sitoplasma. Berakhirnya proses pencernaan ditandai dengan adanya perubahan keadaan lingkungandalam vakuola menjadi netral. Bahan makanan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui proses eksositosis.
Pencernaan makanan di dalam vakuola makanan terjadi pada saat vakuola makanan bergerak di dalam sitoplasma, yang disebut dengan gerakan siklosis. Enzim pencernaan yang terlibat adalah proteas, karbohidrase, dan esterase yang disekresikan oleh lisosom ke vakuola makanan. Vakuola makanan yang bergerak secara siklosis akan mengecil ukurannya secara bertahap karena proses digesti dan absorpsi.
               Pada saat praktikum, tidak dapat ditemukan dengan jelas vakuola makanan dalam Paramecium tersebut, dikarenakan keterbatasan perbesaran pada lensa objektif mikroskop yang kami pakai. Perbesaran yang digunakan hanya 10 x 15. Tetapi dapat diamati proses masuk dan  keluarnya makanan atau  proses fagositosis dan exositotis yang dilakukannya.
Namun setelah melihat literature dalam bentuk video, dapat kami ketahui tahap tahap pencernaan makanan pada Paramecium sp : yaitu  sitofaring, posterior, anterior, sitosom, sitofage, arah pergerakan makanannya searah jarum jam.

VII.          Kesimpulan
               Dari hasil praktikum dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Paramecium sp makan dengan cara fagositosis dan mengeluarkan sisa makanan dengan exositosis. Makanan di dalam tubuh dicerna dengan vakuola makanan yang terbentuk langsung saat makanan masuk. Pencernaan makanan pada Paramecium ini disebut dengan pencernaan intraseluler. Terdapat gerakan sisklosis pada vakuola saat vakuola mencerna makanan dengan pergerakan searah jarum jam.


DAFTAR PUSTAKA

Rusyana, Adun.2018. ZOOLOGI INVERTEBRATA. Bandung : Penerbit Alfabeta.
Isnaeni, Wiwi. 2006. FISIOLOGI HEWAN. Yogyakarta : PT. KANISIUS