LAPORAN PRAKTIKUM AKTIVITAS ENZIM AMILASE
Disusun oleh :
Anisa Mutmainah
Ayu Mutia Lestari
Elsa Nursafitri Utami
Lutfi Muhamad Fauzi
Pina Yulianti
Yuli Sumiati
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TERAPAN DAN SAINS
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA
2019
I. Tujuan Praktikum
1. Untuk mengetahui dan memahami proses pencernaan makanan dengan bantuan enzim.
2. Untuk mengetahui pengaruh temperature, pH, konsentras enzim, konsentrasi substrat terhadap kerja emzim amilase.
II. Landasan Teori
Hewan dan manusia memperoleh makanan yang di butuhkan dari tumbuhan dan hewan lainnnya. fungsi makanan bagi tubuh adalah untuk menghasilakan energi, pertumbuhan dan mengganti sel / jaringan yang rusak. Bahan makanan yang dikonsumsi terdiri atas senyawa karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air dan garam mineral. Beberapa senyawa seperti karbohidrat, lemak dan protein dapat diserap setelah melalui proses pencernaan. Melalui proses pencernaan makanan senyawa tersebut di pecah menjadi molekul molekul yang kecil dengan komposisi kimia sederhana sehingga dapat dengan mudah dapat diserap oleh dinding saluran pencernaan.
Secara umum pencernaan makanan pada manusia melalui dua proses yaitu pencernaan fisik (mekanis) dan pencernaan kimiawi. pencernaan fisik merupakan proses pengubahan molekul makanan yang besar menjadi kecil-kecil. Misalnya penghancuran makanan dengan gigi atau otot lambung . Pencernaan kimiawi adalah pencernaan zat pati (amilum) oleh ptyalin (suatu amylase) menjadi malosa, trisakarida dan dekstrin. Ptyalin bekerja di rongga mulut pada Ph 6,3-6,8 dan masih bekerja di lambung sampai asam lambung menurunkan PH nya sehingga ptyalin tidak bekerja lagi. Air ludah yang mengandung sedikit lingual lipase yakni suatu enzim yang memecahkan trygliserida menjadi asam lemak dan monoglyserida enzim ini bekerja terutama dalam suasana asam, yakni setelah makanan mencapa lambung.
Enzim merupakan senyawa protein yang dapat ddi gunakan di dalam proses pencernaan makanan. Ada pun beberapa contoh enzim yang berperan dalam proses pencernaan makanan adalah sukrase, amylase, lipase, pepsin dan tripsin.
kerja suatu enzim sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain suhu , pengaruh pH dan hambatan reverssibel.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi fungsi enzim diantaranya adalah (Dwidjoseputro, 1992)
a. Suhu
Oleh karena reaksi kimia itu dapat dipengaruhi suhu maka reaksi menggunakan katalis enzim dapat dipengaruhi oleh suhu. Di samping itu, karena enzim adalah suatu protein maka kenaikan suhu dapat menyebabkan denaturasi dan bagian aktig enzim akan terganggu sehingga konsentrasi dan kecepatan enzim berkurang.
b. pH
Umumnya enzim efektifitas maksimum pada pH optimum, yang lazimnya berkisar antara pH 4,5-8.0. Pada pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah umumnya enzim menjadi non aktif secara irreversibel karena menjadi denaturasi protein.
c. konsentrasi enzim
Seperti pada katalis lain, kecepatan suatu reaksi yang menggunakan enzim tergantung pada konsentrasi enzim tersebut. Pada suatu konsentrasi substrat tertentu, kecepatan reaksibertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim.
d. Konsentrasi substrat
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dengan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepat reaksi. Akan tetapi, jika pada batas tertentu tidak terjadi
kecepatan reaksi, walaupn konsenrasi substrat diperbesar.
e. Zat-zat penghambat
Hambatan atau inhibisi suatu reaksi akan berpengaruh terhadap penggabungan substrat pada bagian aktif yang mengalami hambatan.
Suatu enzim hanya dapat bekerja spesifik pada suatu substrat untuk suatu perubahan tertentu. Misalnya, sukrase akan menguraikan rafinosa menjadi melibiosa dan fruktosa, sedangkan oleh emulsin, rafinosa tersebut akan terurai menjadi sukrosa dan galaktosa.
III. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
No
|
Alat
|
Fungsi
|
1.
|
Tabung Reaksi dan Rak Tabung Reaksi
![]() |
Digunakan untuk mereaksikan larutan amilum, saliva dan larutan lugol atau benedict.
|
2.
|
Gelas Kimia 500 Ml
![]() |
Digunakan sebagai penangas air untuk media bagi tabung reaksi.
|
3.
|
Gelas Kimia 50 mL
![]() |
Digunakan untuk menampung saliva.
|
4.
|
Bunsen
![]() |
Digunakan untuk memanaskan air hingga suhu yang diinginkan.
|
5.
|
Termometer
![]() |
Digunakan untuk mengetahui suhu air yang dipanaskan.
|
6.
|
Kasa asbes dan Kaki Tiga
![]() |
Digunakan untuk menyangga gelas kimia ketika dipanaskan.
|
7.
|
Corong
![]() |
Digunakan untuk menyaring saliva.
|
8.
|
Gelas Ukur
![]() |
Digunakan untuk menakar larutan amilum yang akan digunakan.
|
9.
|
Pipet Tetes
![]() |
Digunakan untuk meneteskan saliva, larutan amilum, lugol dan benedict.
|
10.
|
Penjepit Tabung Reaksi
![]() |
Digunakan untuk memegang tabung reaksi.
|
11.
|
Spatula
![]() |
Digunakan untuk menekan dalam penyaringan saliva.
|
12.
|
Pematik
![]() |
Digunakan untuk menyalakan spirtus.
|
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
No
|
Nama Bahan
|
Gambar
|
1.
|
Saliva
| ![]() |
2.
|
Kain kasa
| ![]() |
3.
|
Larutan Benedict
| ![]() |
4.
|
Larutan HCL 0,4 %
| ![]() |
5.
|
Larutan Na2CO3 1 %
| ![]() |
6.
|
Aquadest
| ![]() |
7.
|
Larutan amilum
| ![]() |
8.
|
Lugol
| ![]() |
IV. Cara Kerja
1. Pengaruh suhu terhadap aktivitas en
m
1) Disediakan 6 tabung dengan masing-masing dimasukkan 2 Ml larutan amilum dan 1 mL larutan amilase.
2) Pada tabung 1,2 dimasukkan kedalam gelas kimia pada suhu kamar.
3) Pada tabung 3,4 dimasukkan kedalam air yang suhunya terkontrol 37-40 C.
4) Pada tabung 5,6 dimasukkan kedalam air yang suhunya > 98 C.
5) Di didiamkan masing-masing pada tempatnya selama 15 menit.
6) Kemudian teteskan 1 Ml larutan iodium pada larutan 1,3,5 dan 1 Ml benedict pada larutan 2,4,6.
7) Pada setiap interval 5 menit teteskan 1 ml larutan iodium dan larutan benedict kedalam masing-masing tabung.
8) Mengamati perubahan yang terjadi.
2. Pengaruh Ph terhadap aktivitas enzim
1) Disediakan 6 tabung reaksi, tabung 1,2 diisikan dengan 2 ml larutan HCL 0,4 % kemudian tabung 3,4 dengan 2 ml larutan aquadest, tabung 5 dan 6 dengan 2 ml Na2CO3 1 %.
2) Dimasukkan 2 ml larutan amilum dan 1 ml enzim amilase kedalam setiap tabung.
3) Diteteskan 1 ml larutan iodium pada larutan 1,3,5 dan 1 ml larutan benedict larutan 2,4,6.
4) Dicampurkan dengan baik, diamkan selama 15 menit.
5) Mengamati perubahan yang terjadi.
3. Pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim
1) Disediakan 6 tabung, pada tabung 1,2 dengan 0,5 ml enzim amilase, tabung 3,4 dengan 1 ml enzim amilase, tabung 5,6 dengan enzim amilase.
2) Dimasukkan 2 ml larutan amilum pada setiap tabung.
3) Diteteskan 1 ml larutan iodium pada larutan 1,3,5 dan 1 ml benedict pada larutan 2,4,6.
4) Dicampurkan dengan baik diamkan selama 15 menit.
5) Mengamati perubahan warna yang terjadi.
4. Pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim amilase
1) Disediakan 6 tabung, pada tabung 1,2 dengan 1 ml larutan amilum, tabung 3,4 dengan 4 ml larutan amilum, tabung 5,6 dengan ml larutan amilum.
2) Dimasukkan enzim amilase sebanyak 1 ml pada setiap tabung.
3) Diteteskan 1 ml larutan iodium pada larutan 1,3,5 dan 1 ml benedict pada larutan 2,4,6.
4) Dicampurkan dengan baik, diamkan selama 15 menit.
5) Mengamati perubahan warna yang terjadi.
V. Data Pengamatan
a. Pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim
1. Tabung 1 & 2 pada suhu kamar
Interval Waktu
|
Uji Iodium
|
Uji Benedic
|
5 menit
|
Ungu (++)
|
Biru (+++)
|
5 menit
|
Ungu (+)
|
Biru (++)
|
5 menit
|
Bening (kembali kesemula dengan adanya endapan)
|
Biru (+) dengan adanya endapan
|
2. Tabung 3 & 4 pada suhu terkontrol 37-40 oC
Interval Waktu
|
Uji Iodium
|
Uji Benedic
|
5 menit
|
Putih (+++)
|
Biru (+++)
|
5 menit
|
Putih (++)
|
Biru (++)
|
5 menit
|
Putih (+) atau Bening dengan adanya endapan
|
Biru (+) tidak ada endapan
|
3. Tabung 5 & 6 pada suhu 90 oC
Interval Waktu
|
Uji Iodium
|
Uji Benedic
|
5 menit
|
Putih (+++)
|
Biru kehijauan
|
5 menit
|
Putih (++)
|
Hijau
|
5 menit
|
Putih (+) atau Bening dengan adanya endapan
|
Orange
|
b. Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim
Tabung
|
Larutan Penguji
|
Sebelum 15 menit
|
Setelah 15 menit
|
1
|
2 ml HCl 40 % + 2 ml larutan amilum +1 ml enzim amylase + 1 ml Lugol
|
Ungu kehitaman
|
Hitam
|
2
|
2 ml HCl 40 % + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase + 1 ml Benedict
|
Biru muda
|
Biru lebih muda
|
3
|
2 ml aquades + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase 1 ml Lugol
|
Putih
|
Putih bening
|
4
|
2 ml aquades + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase + 1 ml Benedict
|
Biru sedikit kehijauan
|
Biru lebih bening
|
5
|
2 ml Na2C03 1 % + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase 1 ml Lugol
|
Putih
|
Lebih bening
|
6
|
2 ml Na2C03 1 % + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase + 1 ml Benedict
|
Biru muda
|
Biru bening
|
c. Pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim
Tabung reaksi
|
Sebelum 15 menit
|
Sesudah 15 menit
|
1
|
Putih (+++)
|
Putih (+++) dengan adanya endapan yang banyak
|
2
|
Putih (++) dengan adanya endapan yang banyak
|
Putih (++) dengan adanya endapan
|
3
|
Putih (+) dengan adanya endapan
|
Putih (+) dengan adanya endapan
|
4
|
Biru (+++) dengan adanya endapan
|
Biru (+++) dengan adanya endapan yang banyak
|
5
|
Biru (++) adanya endapan yang sedang
|
Biru (++) dengan adanya endapan yang banyak
|
6
|
Biru (+) dengan adanya endapan yang banyak
|
Biru (+) dengan adanya endapan yang banyak
|
d. Pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim amilase
Tabung
|
Penguji
|
Sebelum 15’
|
Setelah 15’
|
1
|
1 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1 ml lugol
|
Bening (+)
|
+++
|
2
|
1 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1m benedict
|
Biru (+++)
|
+++ endapan
|
3
|
4 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1 ml lugol
|
Bening (+)
|
+ endapan
|
4
|
4 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1m benedict
|
Biru (++)
|
++ endapan
|
5
|
6 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1 ml lugol
|
Putih (+)
|
+ endapan
|
6
|
6 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1m benedict
|
Biru (+)
|
+ endapan
|
VI. Pembahasan
a. Pengaruh Suhu terhadap aktivitas enzim
1. Tabung 1 & 2 pada suhu kamar
Interval Waktu
|
Uji Iodium
|
Uji Benedic
|
5 menit
|
Ungu (++)
|
Biru (+++)
|
5 menit
|
Ungu (+)
|
Biru (++)
|
5 menit
|
Bening (kembali kesemula dengan adanya endapan)
|
Biru (+) dengan adanya endapan
|
2. Tabung 3 & 4 pada suhu terkontrol 37-40 oC
Interval Waktu
|
Uji Iodium
|
Uji Benedic
|
5 menit
|
Putih (+++)
|
Biru (+++)
|
5 menit
|
Putih (++)
|
Biru (++)
|
5 menit
|
Putih (+) atau Bening dengan adanya endapan
|
Biru (+) tidak ada endapan
|
3. Tabung 5 & 6 pada suhu 90 oC
Interval Waktu
|
Uji Iodium
|
Uji Benedic
|
5 menit
|
Putih (+++)
|
Biru kehijauan
|
5 menit
|
Putih (++)
|
Hijau
|
5 menit
|
Putih (+) atau Bening dengan adanya endapan
|
Orange
|
Pada uji pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim ini dilakukan dengan 6 tabung reaksi yang masing-masing di uji dengan 2 larutan yang berbeda yaitu Uji Iodium dan Uji Benedic. Untuk tabung pertama dan kedua yaitu larutan yang disimpan pada suhu kamar. Pada suhu kamar tabung pertama sebelum ditetesi dengan iodium larutan berwarna bening, tetapi setelah ditetesi 1 ml iodium pada 5 menit pertama berubah warna menjadi warna ungu yang sedikit pekat sampai dengan 5 menit ke tiga menghasilkan warna yang bening atau kembali ke semula dengan adanya endapan. Dan pada tabung kedua sebelum ditetesi dengan benedic larutan berwarna bening, tetapi setelah ditetesi 1 ml benedic pada 5 menit pertama berubah warna menjadi warna biru pekat, sampai pada 5 menit ke tiga warna mulai memudar dan menjadi biru muda dengan sedikit bening dan adanya endapan.
Untuk tabung ke tiga dan ke empat yaitu larutan di masukkan dalam air yang suhunya sudah terkontrol 37-40 oC. Pada percobaan kedua ini tabung tiga ditetesi 1 ml iodium yang sebelum ditetesi berwarna bening dan sesudah ditetesi pada 5 menit pertama berubah warna menjadi putih pekat, sampai dengan 5 menit ke tiga berubah warna menjadi bening atau kembali kesemula. Tabung ke empat di tetesi 1 ml benedic yang sebelum ditetesi berwarna bening, tetapi setelah ditetesi pada 5 menit pertama warna berubah menjadi biru pekat , sampai dengan 5 menit ke tiga warna menjadi biru muda dengan tidak adanya endapan.
Untuk tabung ke lima dan ke enam yaitu larutan yang di masukkan dalam air yang suhunya 90oC. Pada percobaan ke tiga ini tabung ke lima ditetesi 1 ml iodium dengan adanya perubahan warna yang awalnya berwarna bening dan setelah 5 menit pertama di tetesi iodium menjadi warna putih pekat. Sampai dengan 5 menit ketiga warna berubah menjadi bening atau kembali kesemula dengan adanya endapan. Pada tabung ke enam di tetesi dengan benedic yang sebelum ditetesi berwarna bening, tetapi setelah ditetesi pada 5 menit pertama warnanya menjadi biru kehijauan, pada 5 menit kedua menjadi hijau dan 5 menit ketiga menjadi berwarna orange.
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim amilase yang terdapat pada saliva dalam memecah amilum menjadi glukosa. Reaksi enzimatis merupakan suatu reaksi dengan menggunakan penambahan katalis enzim. Salah satu faktor yang mempengaruhi kerja dari enzim adalah konsentrasi, yaitu baik dari konsentrasi enzim itu sendiri maupun dari konsentrasi substrat. Saliva digunakan untuk mengetahui reaksi enzimatik dari enzim amilase di dalamnya. Sedangkan larutan Iodium berperan sebagai indikator perubahan warna dari larutan uji yang spesifik untuk menguji adanya kandungan amilum dan digunakan untuk membentuk larutan kompleks pada larutan amilum. sehingga membentuk warna ungu pada iodium dan pada benedict menjadi biru muda. Pada percobaan kali ini adalah pengaruh konsentrasi substrat yang membentuk atau merubah warna menjadi sedikit warna keungu-unguan terhadap reaksi uji iodium, dan pada reaksi uji benedict berubah warna menjadi kebiruan. ini terjadi karena pengaruh dari amilum dan amilase.
b. Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim
Tabung
|
Larutan Penguji
|
Sebelum 15 menit
|
Setelah 15 menit
|
1
|
2 ml HCl 40 % + 2 ml larutan amilum +1 ml enzim amylase + 1 ml Lugol
|
Ungu kehitaman
|
Hitam
|
2
|
2 ml HCl 40 % + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase + 1 ml Benedict
|
Biru muda
|
Biru lebih muda
|
3
|
2 ml aquades + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase 1 ml Lugol
|
Putih
|
Putih bening
|
4
|
2 ml aquades + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase + 1 ml Benedict
|
Biru sedikit kehijauan
|
Biru lebih bening
|
5
|
2 ml Na2C03 1 % + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase 1 ml Lugol
|
Putih
|
Lebih bening
|
6
|
2 ml Na2C03 1 % + 2 mllarutan amilum +1 ml enzim amilase + 1 ml Benedict
|
Biru muda
|
Biru bening
|
Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa kami tidak dapat melihat titik akromatis yang merupakan pertanda telah bekerjanya enzim amylase tersebut. Semua tabung tidak menunjukan perubahan yang signifikan. Hanya saja, untuk tabung yang menggunakan larutan indicator lugol, larutan berwarna putih dan setelah 15 menit, hasilnya lebih bening. Dimungkinkan, titik akromatisnya sangat cepat terjadi, sehingga pada tabung 1,3, dan 5, warnanya cepat kembali putih. Namun juga ada kejanggalan pada tabung 1, warna hitamnya tidak hilang setelah 15menit. Ini juga dimungkinkan pengariuh dari pH, yaitu ada yang menggunakan larutan basa dan larutan asam. Tabung 1 menggunakan larutan asam sehingga pH nya asam. Berbeda dengan tabung 3 yang pHnya netral, dan tabung 5 yang pHnya basa. Sesuai hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa enzim amylase, dapat bekerja lebih cepat pada Ph basa dan netral.
Sedangkan untuk yang menggunakan larutan Benedict sebagai indicator tercapainya titik akromatis, ini tidak berlangsung sesuai dengan teori. Dikarenakan warnanya tidak mengalami perubahan, dengan kata lain tidak kembali menjadi bening. Ini mungkin dikarenakan kurang telitinya praktikum yang kami lakukan seperti kurangnya mengaduk sehingga larutan tidak bereaksi secara homogen.
c. Pengaruh konsentrasi enzim terhadap aktivitas enzim
Tabung reaksi
|
Sebelum 15 menit
|
Sesudah 15 menit
|
1
|
Putih (+++)
|
Putih (+++) dengan adanya endapan yang banyak
|
2
|
Putih (++) dengan adanya endapan yang banyak
|
Putih (++) dengan adanya endapan
|
3
|
Putih (+) dengan adanya endapan
|
Putih (+) dengan adanya endapan
|
4
|
Biru (+++) dengan adanya endapan
|
Biru (+++) dengan adanya endapan yang banyak
|
5
|
Biru (++) adanya endapan yang sedang
|
Biru (++) dengan adanya endapan yang banyak
|
6
|
Biru (+) dengan adanya endapan yang banyak
|
Biru (+) dengan adanya endapan yang banyak
|
Pada uji pengaruh konsentrasi enzim terhadap sktivitas enzim amilase ini dilakukan dengan 6 tabung reaksi. Untuk tabung pertama ditetesi enzim amilase sebanyak 0,5 ml,ditetesi amilum sebanyak 2 ml, dan ditetesi lugol sebanyak 1 ml,tabung reaksi pertama dilakukan penggojokan selama 1 menit maka tabung reaksi berwarna putih dengan adanya endapan lalu di diamkan tabung reaksi selama 15 menit maka yang terjadi pada tabung reaksi pertama berwarna putih dengan endapan yang banyak. Untuk tabung reaksi kedua ditetesi enzim amilase sebanyak 0,5 ml,ditetesi amilum sebanyak 2 ml,dan ditetesi benedikl sebanyak 1 ml. tabung reaksi kedua dilakukan penggojokan selama 1 menit maka tabung reaksi berwarna putih dengan adanya endapan yang banyak lalu tabung reaksi di diamkan selama 15 menit maka yang terjadi pada tabung reaksi kedua berwarna putih dengan adanya endapan.untuk tabung reaksi ketiga ditetesi enzim amilase sebanyak 1 ml,ditetesi amilum sebanyak 2ml, dan ditetesi lugol sebanyak 1 ml lalu dilakukan penggojokan maka yang terjadi pada tabung reaksi ketiga berwarna putih terdapat endapan yang sedikit lalu tabung reaksi tersebut di diamkan selama 15 menit maka yang terjadi berwarna putih dengan adanya endapan.untuk tabung reaksi keempat ditetesi enzim amilase sebanyak 1 ml,ditetesi amilum sebanyak 2ml,dan ditetesi benedik sebanyak 1ml, lalu dilakukan penggojokan selama 1 menit maka yang terjadi pada tabung reaksi keempat berwarna biru dengan adanya endapan lalu di diamkan selama 15 menit maka yang terjadi berwarna bitu dengan endapan yang banyak. Untuk tabung reaksi kelima ditetesi enzim amilum sebanyak 1,5 ml,ditetesi amilum sebanyak 2 ml,dan ditetesi lugol sebanyak 1ml,lalu dilakukan penggojokan selama 1 menit maka yang terjadi berwarna biru dengan adanya endapan yang sedang lalu di diamkan selama 15 menit maka yang terjadi pada tabung reaksi kelima berwana biru dengan adanya endapan banyak.untuk tabung reaksi keenam di tetesi enzim amilase sebanyak 1,5 ml,ditetesi amilum sebanyak 2ml,dan di tetesi benedik selama 1 ml lalu di lakukan penggojokan selama 1 menit maka yang terjadi pada tabung reaksi kelima berwarna bitu dengan adanya endapan yang banyak,tabung reaksi keenam dilakukan di diamkan selama 15 menit maka yang terjadi berwarna biru dengan adanya endapan.
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi enzim terhadap sktivitas enzim amilase,dengan konsentrasi yang sama,temperature sama tetapi dengan jumlah enzim yang berbeda akan mempengaruhi aktivitas enzim
d. Pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim amilase
Tabung
|
Penguji
|
Sebelum 15’
|
Setelah 15’
|
1
|
1 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1 ml lugol
|
Bening (+)
|
+++
|
2
|
1 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1m benedict
|
Biru (+++)
|
+++ endapan
|
3
|
4 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1 ml lugol
|
Bening (+)
|
+ endapan
|
4
|
4 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1m benedict
|
Biru (++)
|
++ endapan
|
5
|
6 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1 ml lugol
|
Putih (+)
|
+ endapan
|
6
|
6 ml larutan amilum + 1m enzim amylase + 1m benedict
|
Biru (+)
|
+ endapan
|
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, tidak terdapat perubahan warna sama sekali setelah 15 menit. Yang terjadi hanya perubahan warna yang tadinya putih semnjadi lebih bening. Ini terjadi dikarenakan beberapa kesalahan yang kami lakukan, seperti kurangnya pengadukan sehingga larutan tidak bereaksi dengan baik. Atau bisa saja karena titik akromatisnya begitu cepat sehingga perubahannya tidak dapat diamati.
VII. Kesimpulan
Dari hasil praktikum, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
· Enzim terbuat dari protein yang. Pada suhu tinggi, enzim akan mengalami koagulasi dan akan terdenaturasi, sehingga tidak akan bekerja. Begitupun pada suhu rendah enzim bersifat inaktif
· Enzim bekerja pada pH optimum. Kisaran pH optimum untuk setiap enzim tidak sama. Ada yang optimum di pH netral, asam, maupun basa. Untuk enzim amylase ini akan optimum di pH basa.




















No comments:
Post a Comment