LAPORAN KULIAH LAPANGAN
BOTANI PHANEROGAMAE
DI TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Botani Phanerogamae yang diampu oleh Siti Nurkamilah, M.Pd.
Kelas/ Semester : Kelas 2A / Semester 4
Disusun oleh : Kelompok 1
Nurul Fitri (17542005)
Andriyana (17542013)
Annisa Muthmainnah (17543004)
Rena Monica (17543008)
Pina yulianti (17543011)
Yuli Sumiati (17543018)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TERAPAN DAN SAINS
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA
IPI
GARUT
2019
BAB I
PENDAHULUAN
Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cikajang - Garut merupakan kawasan agribisnis untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi masyarakat di Kabupaten Garut - Jawa Barat.
Taman Teknologi Pertanian berada di Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut yang terletak disebelah Selatan Jawa Barat. Kabupaten Garut yang secara geografis berdekatan dengan kota Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat yang merupakan daerah peyangga dan hinterland bagi pengembangan Bandung Raya. Oleh karena itu Kabupaten Garut mempunyai kedudukan yang strategis dalam memasok kebutuhan warga kota dan Kabupaten Bandung sekaligus pula berperan dalam mengendalikan keseimbangan lingkungan.
Luasan TTP di Kecamatan Cikajang ini sekitar 4,5 hektar. Adapun proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan TPP Cikajang melalui Badan Litbang Pertanian dalam operasionalnya dikoordinasikan oleh BPTP Jawa Barat yang didukung Pemda Kabupaten Garut dan Dinas Pertanian serta dua perguruan tinggi setempat yaitu Universitas Pajajaran dan Universitas Garut. Sedangkan dukungan dari swasta dengan dirintisnya kerjasama dengan dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
Taman Teknologi Pertanian (TTP) adalah suatu kawasan implementasi inovasi yang telah dikembangkan pada Agro Science Park (ASP), berskala pengembangan dan berwawasan agribisnis hulu-hilir yang bersifat spesifik lokasi dengan kegiatannya meliputi : penerapan teknologi pra produksi, produksi, pra panen, pasca panen, pengolahan hasil, dan pemasaran serta wahana untuk pelatihan dan pembelajaran bagi masyarakat serta pengembangan kemitraan agribisnis dengan swasta (Balitbangtan, 2015).
TTP juga merupakan salah satu kegiatan Nawa Cita dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mendapat tugas untuk mengembangkan TTP ini dimulai sejak tahun 2015 yang berjumlah 16 TTP dan tersebar di seluruh Indonesia. Di Jawa Barat TTP ini ada di 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Garut. Di Kabupaten Garut sendiri, TTP dinamai dengan nama TTP Cikajang yang letaknya berada di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, yang sudah membangun 26 Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan inovasi teknologi di daerah. Upaya tersebut dilakukan agar lebih menarik minat pemuda untuk masuk di sektor pertanian. Selain itu, TTP merupakan suatu upaya untuk mempercepat hilirisasi inovasi pertanian kepada perani yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan pertani, ungkap Dr. Liferdi (Kepala BPTP Jawa Barat) dihadapan Bpk Bupati Garut.
Dari 26 TTP yang tersebar di seluruh Indonesia, TTP Cikajang merupakan salah satu TTP Terbaik dari hasil evaluasi oleh tim Monev Kementan.
TTP Cikajang sudah mempunyai kesangupan untuk mandiri. Dalam artian TTP Cikajang mampu membiayai sendiri aktifitas - aktifitasnya. walaupun baru berdiri dua tahun. Bahkan salah satu core bisnisnya yaitu perbenihan kentang olahan berpotensi untuk mendapatkan keuntunggan lebih 1 milyar/tahun.
B. Jenis-jenis Tanaman yang dibudidayakan di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cikajang
1. Tanaman Kentang
Tanaman kentang yang dibudidayakan di Taman Teknologi Pertanian Cikajang terdapat dua varietas, yaitu kentang sayur (Granolla L.) dan kentang industry (Median).
a) Sejarah Tanaman
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteriidae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum tuberosum
Solanum tuberosum merupakan tanaman yang merupakan tanaman dari suku solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat di makan. Umbi tersebut disebut kentang. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika serikat. Kentang di Indonesia dikonsumsi sebagai makanan pengganti nasi sebagai makanan pokok.
Tanaman kentang asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh penduduk disana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan tanaman berhabitus herba (tanaman pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di derah tropis cocok ditanam di dataran tinggi.
Tanaman Kentang termasuk bunga sempurna dan tersusun majemuk, ukuran cukup besar dengan diameter sekitar 3 cm. warnanya berkisar dari ungu hingga putih.
1) Kentang Sayur (Granolla L.)
Kentang sayur merupakan kentang yang biasa diproduksi dipasaran, para petani local di Indonesia lebih banyak menanam kentanng jenis ini karena kentang sayur lebih mudah ditanam dan lebih mudah mendapatkan bibitnya karena harganya yang ekonomis. Selain itu kentang sayur tidak rentan terhadap penyakit.
Kentang sayur memiliki kulit umbi berwarna kekuningan, daging berwarna kuning dengan ukuran umbi yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan kentang industri. Sifat kentang sayur ini setelah digoreng bertekstur lembek, tidak renyah seperti kentang industri. Maka dari itu kentang ini tidak digunakan oleh pihak industri makanan, melainkan dikonsumsi oleh masyarakat untuk dijadikan bahan makanan sehari-hari.
2) Kentang Industri (Median)
Kentang indrustri adalah kentang yang unggul, memiliki ciri umbi dengan kulit yang putih, warna daging putih dan ukurannya lebih besar. Jika kentang ini di goreng maka hasilnya akan renyah dan tidak lembek. Biasanya kentang indrustri ini digunakan untuk makanan kemasan yang di produksi oleh sebuah indrustri makanan.Contohnya seperti kentang goreng yang diproduksi Indofood.Kentang indrustri ini juga ada 2 jenis yaitu;
(a) Kentang industri dominan (Atlantik)
Kentang yang berasal dari Kanada. Kentang ini dapat di tanam di Indonesia, akan tetapi tidak dapat dibenihkan di Indonesia karna benih kentang Atlantik ini hanya terdapat di Kanada.
Selain itu, karena kentang Atlantik ini memiliki sifat yang sensitif terhadap hama penyakit/ virus sehingga tidak banyak petani Indonesia yang mau menanamnya. Maka dari itu kentang Atlantik hanya di tanam oleh petani-petani tertentu yang biasanya sudah berkerja sama dengan salah satu industri makanan. Contohnya seperti : tanaman kentang Atlantik yang di tanam di Taman Teknologi Pertanian Cikajang yang sudah berkerja sama dengan PT Indofood.
(b) Kentang industri varietas (Median)
Kentang industri varietas (Median) merupakan kenntang industri yang lebih tahan dari hama penyakit/virus dari pada kentang Atlantik, kentang ini sama-sama memiliki keuunggulan yaitu kulit umbi berwarna putih, daging berwarna putih, ukuran besar. Kenyang ini juga biasanya digunakan oleh para industri untuk memproduksi makanan kemasan yang dibuat dari kentang. Seperti keripiik kentang.
b) Teknik Budidaya Tanaman
Budidaya tanam kentang saat ini juga banyak jenisnya, ada yang budidaya sayuran kentang secara konvensional, budidaya tanaman kentang secara hidroponik dan ada juga yang berbudidaya bibit kentang / budidaya benih kentang.
Cara budidaya kentang biasa ( teknik budidaya kentang granola ) dengan cara budidaya kentang dalam polybag ataupun cara budidaya kentang hidroponik secara garis besar adalah sama. Yang membedakan hanyalah media tanamnya saja.
Kentang dikembangbiakkan dengan umbi-umbinya yang telah bertunas sepanjang ± 2 cm (kentang hitam biasa diperbanyak dengan stek-stek batang). Umbi-umbi bibit itu langsung ditanam di kebun setelah masa istirahat umbi terlampaui dan umbi sudah mulai bertunas sepanjang ± 2 cm. Cara penanamannya kentang secara konvensional yaitu : mula-mula tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 30 – 40 cm dan diratakan. Kemudian dibuatkan alur-alur (garitan-garitan) untuk bertanam yang jaraknya antara masing-masing garitan 70 cm. Dalam garitan-garitan itu ditentukan tempat-tempat yang akan ditanami kentang, yakni dengan jalan membuat garitan-garitan yang arahnya tegak lurus pada garitan yang pertama dengan jarak antara garitan 30 cm. Titik pertemuan antara kedua garitan-garitan itu merupakan lobang kecil untuk tempat umbi bibit kentang.
Pada tempat-tempat bertanam (titik pertemuan antara kedua garitan) itu diletakkan pupuk kandang yang telah jadi sebanyak ± 0,5 kg. Untuk tanaman seluas 1 ha diperlukan ± 20 ton pupuk kandang kering. Selanjutnya umbi-umbi kentang itu diletakkan di atas pupuk kandang. Pupuk kandang buatan dicampur dengan ZA dan DS dengan perbandingan 1 : 1 sebanyak 16 gram diletakkan pada tiap tempat di kanan kiri umbi bibit itu. Adapun untuk tanaman 1 ha diperlukan sebanyak 4 kwintal ZA dan 4 kwintal DS. Pupuk buatan itu dapat pula kita campurkan dengan pupuk kandang.
Setelah pupuk kandang, umbi (bibit) serta pupuk buatan diletakkan pada lobang-lobang, maka segera umbi-umbi itu ditutup dengan tanah dari kanan kiri barisan sambil dibumbun (tanahnya ditinggikan) sedemikian rupa, sehingga tiap-tiap barisan kentang merupakan satu guludan yang berjarak 70 cm dengan lebar selokan ± 20 cm. Bibit kentang mulai tumbuh rata di atas tanah biasanya ± 10 hari kemudian. Setelah tanaman berumur 1 bulan sejak bertanam, tanaman mulai didangir dan bedengan ditinggikan lagi. Pembumbunan ini penting sekali untuk mencegah umbi kentang yang terbentuk terkena sinar matahari (warna umbi menjadi hijau beracun), dan mencegah serangan ulat umbi (Phthorimaea sp.).
Teknik Budidaya Kentang dengan Sistem Hydroponik
Perbenihan kentang secara aeroponik adalah budidaya tanaman dengan menggunakan kokobit atau sabut kelapa sebagai media tumbuhnya. Hydroponic adalah sistem budidaya tanaman yang memakai media tanam/tumbuh bukan dari tanah. Media yang digunakan untuk budidaya kentang secara hydroponic ada sekam bakar, kokobit/sabuk kelapa, pasir ataupun kerikil. Teknik ini memiliki beberapa keuntungan, seperti:
- Menggunakan air sebagai pengganti tanah sehingga tidak lagi memerlukan lahan yang luar atau pekarangan untuk menanam.
- Dalam pemberian nutrisi mudah dan efisien.
- Mendapatkan hasil yang maksimal.
- Jauh dari polusi nutrisi dan jauh dari tanaman yang beresiko menjadi pengganggu.
- Media tanam yang tahan lama dan produktif hingga bertahun-tahun dengan pertumbuhan dan perkembangan yang lebih cepat.
Dalam penenaman kentang secara hydroponic,pemberian nutrisi dilakukan dengan iritasi tetes sehingga nutrisi dapat menyerap secara tersebar. Usia atau lamanya pemanenan kentang ini dapat mencapai 90-120 atau 3-4 bulan lamanya. Pemanenan juga dilakukan setelah semua daun dan batang kering/mati. Hal ini dilakukan agar pada saat pengambilan umbi tidak ada cairan dari daun/batang yang menetes ke umbi yang dapat mengakibatkan umbi akan membusuk.
Pembibitan dilakukan dengan adanya bibit G-0 dan juga G-1. Pembibitan sampai penanaman dilakukan di lahan yang sudah terdapat media tanam seperti kokobit atau sekam bakar di dalam screen house yang tertutup dari faktor lingkungan seperti hujan dan teriknya sinar matahari. Pemberian nutrisi bisa dilakukan dengan cara iritasi tetes atau pun penyebaran nutrisi dengan dialirkan melalui pipa. Namun jika dilakukan dengan pipa maka akan banyak nutrisi yang terbuang dan juga tidak merata sehingga pertumbuhan kentang sering terdapat tumbuh tidak sama. Sehingga jika sudah diberikan nutrisi dan air, harus ada tindak lanjut yaitu pengetesan apakah kandungan air cukup/kurang aatau lebih.
Sedangkan jika dilakukan dengan iritasi tetes maka tidak perlu lagi adanya tidak lanjut untuk mengetest kandungan air dan juga tidak aka nada nutrisi yang terbuang.
Teknik Budidaya Kentang dengan Sistem Aeroponik
Dalam upaya mewujudkan program kementerian pertanian dalam hal swasembada benih kentang industri, maka Taman teknologi Pertanian (TTP) Cikajang Kabupaten Garut, yang kegiatan utamanya perbenihan kentang industry siap untuk berperan sebagai tempat pengembangan kentang industri varietas median. Pengembangan varietas median saat ini belum terlalu banyak ketersediaan benih sumber yang masih terbatas. Oleh karena itu TTP Cikajang melakukan terobosan guna mempercepat perbanyakan benih sumbernya (G-0). Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah melalui perbenihan kentang secara aeroponik. Aeroponik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan cara konvensional yang sudah biasa dilakukan oleh petani. Beberapa kelebihan dari aeroponik adalah :
- Waktu panen lebih panjang sehingga produksi lebih tinggi
- Tidak tergantung musim ketersediaan barang ada sepanjang tahu
- Tidak memerlukan tempat yang luas
- Hasilnya bersih dan sehat.
- Resiko terserang hama penyakit, kecil tanaman dapat dipindah tanpa merusak pertumbuhan.
Perbenihan kentang secara aeroponik adalah budidaya tanaman dengan melalui sistem pengkabutan. Pembuatan instalasi untuk pertanaman dengan menggunakan bak yang terbuat dari fiberglas atau plastik lainnya yang atasnya ditutup dengan menggunakan sterofom yang terlebih dahulu sudah dilubangi. Untuk jarak lubang tanam disesuaikan dengan kebutuhan, dapat menggunakan jarak antar lubang 5x 5 cm, 10 x 10 cm, atau 15 x 10 cm, atau 15 x 15 cm, atau 15 x 20 cm. Sedangkan di dalam bak tersebut terdapat saluran instalasi yang terbuat dari selang PE 16 mm, dan di atas selang tersebut terdapat sprinkler dengan jarak antar sprinkler 60 – 80 cm. Proses pengkabutannya diawali dengan penyiapan tempat (drum 1000 ltr) yang diisi larutan hara (nutrisi), selanjutnya dialirkan ke selang PE dengan bantuan mesin pompa air, sehingga larutan tersebut akan keluar melalui sprinkler menyerupai kabut. Pada sistem ini, hara diserap atau diaplikasikan langsung melalui akar, sehingga proporsi nutrisi akan terserap secara optimal terserap .
Proses produksi benih kentang menggunakan teknologi aeroponik lebih efisien dibandingkan dengan cara konvensional. Bahan tanaman berupa stek mikro berasal dari hasil perbanyakan kultur jaringan di laboratorium yang sudah steril. Aeroponik selain dapat menghasilkan kualitas bibit kentang yang baik juga lebih banyak dan dapat menghemat lahan. Jika dalam teknologi konvensional menggunakan tanah dan pupuk kandang dalam satu polybag hanya dapat diperoleh 3-5 umbi kentang G0, maka menggunakan teknologi aeroponik dapat dihasilkan 25-40 benih kentang G0.
Kondisi ini menunjukkan bahwa produksi G0 aeroponik memiliki banyak kelebihan yaitu dapat memotong siklus perbenihan kentang (tanpa tanam G1), karena lebih hemat waktu dan biaya produksi, serta ramah lingkungan. Dengan demikian pengembangan sistem aeroponik pada produksi umbi mini G0 tidak saja meningkatkan ketersediaan benih G0, tetapi juga dapat memperpendek rantai perbenihan kentang sehingga ketersediaan benih sumber nasional bagi petani kentang bisa lebih cepat dan meningkat. Seperti kita ketahui selama ini bahwa, satu planlet menghasilkan 10 stek planlet, satu stek planlet menghasilkan 4 umbi G0- konvensional, Kebutuhan benih G2 adalah 30,000 knol G-0 (untuk G-2 saat ini langsung dari G-0 tidak melalui G-1). Kebutuhan benih G3 atau G4 adalah 1,5 ton G2 atau G3/ ha . Produksi benih G2 rata-rata 10 ton Ha. Dengan menerapkan teknologi aeroponik satu stek planlet dapat menghasilkan rata-rata 25 umbi, maka dengan demikian akan terjadi percepatan peningkatan ketersediaan benih kentang untuk petani.
Dengan demikian perbenihan kentang melalui aeroponik, potensial untuk dikembangkan,sebagai upaya percepatan penyediaan benih nasional. Selain itu system aeroponik diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk berusahan dibidang pertanian, karena hasilnya cukup menjanjikan dan cara kerjanya cukup bergengsi tidak memerlukan lahan yang sempit, tidak kotor, kerjanya ringan tapi padat teknologi.
c) Morfologi Tanaman
Daun kentang terletak berselang seling pada batang tanaman. Daun berkerut-kerut dan permukaan bagian bawah daun berbulu. Warna daun hijau muda sampai hijau tua hingga kelabu, ukuran daun sedang dan tangkai pendek. Batang berbentuk segi empat atau segi lima, tergantung varietasnya, tidak berkayu, bertekstur agak keras, batang kentang umumnya lemah sehingga mudah roboh bila terkena angin kencang. Warna batang umumnya hijau tua dengan pigmen ungu. (Samadi, 2007)
Tanaman kentang memiliki sistem perakaran tunggang dan serabut. Akar tunggang menembus tanah sampai kedalaman 45 cm, sedangkan akar serabut tumbuh menyebar ke arah samping. Akar tanaman berwarna keputihan dan berukuran sangat kecil, di antara akar-akar ini ada yang berubah bentuk dan fungsi menjadi bakal umbi (stolon), kemudian stolon akan menjadi umbi kentang.
Tanaman kentang ada yang berbunga dan ada yang tidak berbunga, tergantung varietasnya. Warna bunga bervariasi, kuning atau ungu. Kentang varietas Desiree berbunga ungu, varietas Cipanas, Segunung dan Cosima. Bunga dan benang sarinya berwarna kuning, sedangkan putik berwarna putih. Bunga kentang tumbuh dari ketiak daun teratas. Umbi terbentuk dari cabang samping di antara akar-akar. Proses pembentukan umbi ditandai terhentinya pertumbuhan memanjang dari rhizoma atau stolon, diikuti pembesaran sehingga rhizoma membengkak. Umbi berfungsi menyimpan cadangan makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
Ukuran bentuk dan warna umbi kentang bermacam-macam tergantung varietasnya, ukuran umbi bervariasi dari kecil hingga besar. Bentuk umbi ada yang bulat, oval agak bulat, dan bulat panjang. Umbi kentang ada yang berwarna kuning, putih, dan merah. Umbi kentang memiliki mata tunas sebagai bahan perkembangbiakan menjadi tanaman baru. Selain mengandung zat gizi, umbi kentang juga mengandung solanin. Zat solanin bersifat racun dan berbahaya bagi yang memakannya. Racun solanin tidak dapat hilang apabila umbi tersebut keluar tanah dan terkena sinar matahari. Umbi kentang yang masih mengandung racun solanin berwarna hijau walaupun telah tua. (Samadi, 2007)
2. Jeruk Keprok Garut dan Jeruk Siam
a) Sejarah Tanaman
1) Jeruk Garut (Citrus nobilis)
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus : Citrus
Spesies : Citrus nobilis Lour
Letusan Gunung Galunggung di Tasikmalaya tahun 1982 berdampak terhadap tanaman jeruk garut, dan menyebarkan virus CPPD yang mengakibatkan tanaman asli dari kota intan itu sempat sulit ditemukan bahkan hamper mengalami kepunahan karena habis/rusak diterpa abu Gunung Galunggung dan virus CPPD yang tersebar.
Setelah meletusnya Gunung Galunggung, jeruk garut banyak yang tak berbuah. Jeruk garut pun sempat sulit ditemukan. Bahkan hingga kini jeruk garut yang asli sudah sulit ditemukan. Kebanyakan petani saat ini menanam jeruk keprok garut dan jeruk siem. Jeruk Keprok dan Jeruk Siam ini memanglah bukan jeruk asli dari kota intan, tetapi jika dilihat dari morfologi seperti bentuk, ukuran, dan warna nya memiliki kesamaan dengan jeruk garut. Hanya saja, petani mengeluhkan jeruk garut yang mudah terserang hama. Jika tak diserang hama, dari satu pohon jeruk bisa menghasilkan sampai satu kuintal. Namun karena sangat mudah terserang, hanya bisa dipanen 25 kilo.
Bibit dari buah jeruk Garut yang ada di TTP Garut sekarang berasal dari Malang yang dibentuk dari varietas baru. Di Inggris jeruk garut ini dikenal dengan nama King orange atau tangerine orange, sedangkan di Filipina adalah Dalanghita, dan di Cina adalah Gan atau chen pi.
2) Jeruk Siam (Citrus reticulata)
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus reticulate
Jeruk siam merupakan bagian kecil dari sekian banyak spesies jeruk yang sudah dikenal dan dibudiayakan secara luas. Jeruk siam merupakan anggota dari kelompok jeruk keprok yang memiliki nama ilmiah Citrus nobilis. Memiliki nama jeruk siam karena jeruk ini berasal dari Siam (Thailand). Di Thailand, jeruk siam diberi nama Som Kin Wan. Sampai saat ini, belum ada data resmi mengenai kapan dan di mana jeruk siam pertama kali didatangkan di Indonesia.
Pada dasarnya jeruk siam mepunyai satu nenek moyang yang berasal dari Siam (Muangthai). Orang Siam menyebut jenis jeruk ini dengan nama som kin wan. Mungkin karena lidah orang Indonesia sulit untuk menyebutkan nama tersebut sehingga terbiasa menyebutnya dengan nama Siam. Kelatahan ini terus berlanjut sampai sekarang. Jeruk siam di Indonesia mempunyai banyak jenis tergantung dari daerah asalnya sepertiyang ada di Taman Tenknologi Pertanian di Cikandang yaitu jeruk siam Garut,
b) Teknik Budidaya Tanaman
1) Jeruk Garut
Sumber benih jeruk Garut ada dua yaitu dari Wanaraja (lokal) dan dari jestro Malang (luar kota). Saat bibit jeruk di tanam kondisi tanah yang cocok adalah sandy loam dan clay. Keadaan tanah harus selalu gembur dan tidak menyimpan air terlalu banyak dengan ph tanah 5,5 – 6,6. Sementara itu, siraman cahaya matahari yang cukup akan membuat batang jeruk menjadi lebih kuat, mendorong terbentuknya tunas dan perkembangan buah.
Di Taman Teknologi Pertanian Cikajang ini, adanya perlakuan khusus yaitu dilakukan pemotong bagian akar yang disebutnya sebagai mata pancar, sepanjang 5 cm, dengan seringnya memotong cabang-cabang tua pohon jeruk yang sudah panen. Dengan demikian, pucuk-pucuk pohon baru akan muncul, lengkap dengan bunganya, tanpa mengenal musim.
Jarak tanam dari jeruk satu dengan jeruk lainnya 3 meter atau 2,5 meter. Pemeliharan menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar dan pupuk kimia sebagai pupuk pendamping. Penggungaan pupuk kimia pada bulan ke 5 sampai 1 tahun. Penggunaan pupuk 400 m2 menggunakan 30 kg pupuk kimia, 400 m2 menggunakan 1 ton pupuk kandang. Hama pada jeruk ini adalah kutu yang biasa di basmi oleh insektisida.
Pemberian pupuk pada saat musim hujan dan musim kemarau berbeda. Pada saat musim hujan pupuk akan di kurangai 20 kg untuk mencegah terjadinya pembusukan.
2) Jeruk Siam
Untuk pertumbuhan yang baik, jeruk siam memerlukan iklim dan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Jeruk siam dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah pada ketinggian kurang dari 700 m dpl (di atas permukaan laut) sesuai dengan daerah asalnya di Muangthai. Ketinggian tempat penanaman berpengaruh jelas terhadap rasa. 400 m2 menggunakan 1 ton pupuk
Seperti pemeliharan jeruk garut di Taman Teknologi Pertanian Cikandang ini tidak jauh berbeda, dua-duanya mendapatkan perlakuan yang sama. Bedanya hanya untuk jeruk siam ini tidak dilakukannya pemotongan akar yang disebutnya sebagai mata pancar, sepanjang 5 cm.
c) Morfologi Tanaman
1) Jeruk Keprok Garut
Memiliki anak daun (sayap) pada daun, bentuk daun memanjang (oblongus), dan ukurannya lebih besar. Jeruk Garut ini biasanya akan berbuah pada tahun ke 4. Tinggi tanaman sekitar 3,5 sampai 4 m. Bentuk tajuk kerucut terbalik dengan lebar 2,5 m. Bentuk batang bulat berlekuk tidak berduri dan berwarna cokelat. Tanaman jeruk keprok Garut memiliki bentuk daun lonjong bergelombang dan tepi bergerigi. Daun bagian atas berwarna hijau tua dan daun bagian bawah berwarna hijau muda mengkilat. Lebar daun 3,5 – 5 cm dan panjang daun 8 – 11 cm.
Buah jeruk termasuk ke dalam keompok buah sejati berdaging, karena buahnya akan pecah saat masak dan buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah jeruk berbentuk bulat agak gepeng, bagian ujung menjorok ke dalam, dan bagian pangkal terdapat puting. Tebal kulit buah 3 – 5 mm, berpori-pori nyata serta berwarna hijau saat buah muda dan berwarna hijau kekuningan saat buah matang. Sementara itu, daging buah berwarna kuning atau orange dengan aroma buah harum khas keprok garut dan rasa yang manis segar. Menurut AAK (1994) dinding kulit buah jeruk yang mempunyai pori-pori terdapat kelenjar yang berisi peticin. Kadar peticin paling tinggi terdapat pada jeruk Garut, yakni 3% – 3,5%. Peticin umumnya sering dipakai untuk penderita penyakit gula.
2) Jeruk Siam
Pada umumnya batang pohon jeruk siam yang dibudidayakan secara komersial mempunyai tinggi antara 2.5-3.0 m. Jeruk siam ini biasanya akan berbuah pada tahun ke 2. Kebanyakan varietas jeruk siam memiliki bentuk dan ukuran daun yang bisa di bedakan dari jenis jeruk lainnya. Bentuk daunnya oval dan berukuran sedikit lebih kecil dari jeruk keprok Garut. Ujung daunnya agak terbelah, sedangkan bagian pangkalnya meruncing. Urat daunnya menyebar sekitar 0,1 cm dari tepi daun. Antara batang dengan daun dihubungkan oleh tangkai daun dengan panjang sekitar 1.3 cm. Ukuran bunga kecil dan mungil dengan warna putih segar seperti bunga melati. Bentuk buahnya bulat dengan ukuran idealnya sekitar 5.5 cm x 5.9 cm.
Jeruk siam memiliki ciri khas yang tidak dimiliki jeruk keprok lainnya karena mempunyai kulit yang tipis sekitar 2 mm, permukaannya halus dan licin, mengkilap serta kulit menempel lebih lekat dengan dagingnya. Dasar buahnya berleher pendek dengan puncak berlekuk. Tangkai buahnya pendek, dengan panjang sekitar 3 cm dan berdiameter 2.6 mm. Biji buahnya berbentuk ovoid, warnanya putih kekuningan dengan ukuran sekitar 20 biji. Daging buahnya lunak dengan rasa manis dan harum. Produksi buah cukup berat dengan bobot berat perbuah sekitar 75.6 g. Satu pohon rata-rata menghasilkan sekitar 7.3 kg buah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Dasar Teori
Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan yang terdiri atas kelopak (kaliks) dan mahkota (korolla). Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik (pistilum) . putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa karpel yang bersatu . biji terdapat di dalam ovarium.
Divisio magnoliophyta terdiri atas dua kelas yaitu magnoliopsida (dicotiledonae) dan liliopsida (monokotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64 ordo, 318 familia, dan kurang lebih 165.000 species sedangkan liliopsida mempunyai 19 ordo , 65 familia, kurang lebih 50.000 species.
Catatan fosil memperlihatkan bahwa angiospermae diperkirakan muncul pada awal periode cretaceus (kurang lebih 130 juta tahun yang lalu). Angiospermae yang hidup pada periode itu di perkirakan mempunyai polen tipe monosculat dan daun berukuran kecil dan sederhana dengan venasi kurang lebih menjala. Ciri polen dan daun yang seperti itu merupakan ciri salah satu subkelas angiospermae, yaitu magnoliidae.
Kelas magnoliopsida (dicotilodenae) terdiri atas tumbuhan berkayu dan herba adanya kambium membuat anggota – anggota kelas magnoliiopsida mengalami mengalami pertumbuhan sekunder pada batang dan akarnya. Pembuluh yang teratur dan tersusun melingkar . daun dengan venasi menjala berbentuk penninervis, daun pada umumnya mempunyai tangkai dan helain daun yang melebar . bunga pada umumnya kelipatan 5 atau 4, dan jarang kelipatanya 3. embrio biji mempunyai 2 kotiledon, jarang hanya 1, 3, dan 4 kotiledon Kelas magnoliopsida terdiri atas 6 sub kelas, yaitu : Magnoliidae, Hamamelidae, Caryophillidae, Rosidae , Asteriade.
Subkelas magnoliidae memiliki karasteristik yang sangat beragam . misalnya habitusnya mulai dari pohon sampai herba. Perhiasan bunga ada yang berupa perigonium, ada yang bisa dibedakan antara kaliks dan korolla, ada juga yang tidak mempunyai perhiasan bunga , begitu juga pada karasteristika yang lain akan tetapi sub kelas magnoliidae ini mempunyai beberapa karasteristika yang menunjukan keprimitan yang umum polennya termasuk uniaperture, gynoecium apokarpnya dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal . Subkelas magnoliidae terdiri atas 8 ordo dan jumlah anggotanya kurang lebih 12.000 species.
Kedelapan ordo tersebut adalah Magnoliales, Laurales Piperales, Aristolochiales, Illaciales, Nymphales, Ranunculales dan Papverales, namun tidak semua ordo subkelas magnoliidae dibahas dalam paraktikum ini tetapi hanya 4 ordo yaitu ordo magnoliales yang di wakili familia magnoliaceae dan annonaceae, ordo piperales di wakili oleh familia piperaceae, ordo laurales di wakili oleh familia laraceae dan ordo nymphales di wakili oleh familia nymphaceae.
Familia magnoliaceae merupakan tumbuhan yang berupa pohon atau semak, daunnya rontok pada musim gugur atau bersifat tetap berseling tunggal, stipula besar menutup kuncup terminal, tetapi seringkali membentuk struktur okrea. Bunga besar dan mencolok, bersimetri banyak , sempurna dan hipogen, diserbuki oleh serangga , periantiumnya bebas dan tidak selalu terdeferensiasi , sepal biasanya enam sampai tak terhingga , stamen banyak dengan filamen yang jelas dan tersusun spiralis pada dasar bunga yang memanjang seperti tugu, pistilum tunggal mewakili masing-masing karpel dan tersusun spiralis pada dasar bunga, lokulus 1 ovulum 1-5 dan terletak pada parietalis dari plasenta, ovarium superior, stilus 1, stigma terminalis . buahnya berupa folikel, biji biasanya besar menggantung pada suatu funikulus yang memanjang embrio dengan suspensor yang jelas, endospermnya mengandung minyak.
Familia annonaceae merupakan tumbuahn yang berupa semak, pohon atau liana. Daun berseling bagian-bagian bunga berkelipatan 3, sepal dalam satu lingkaran, petal dalam 2 lingkaran , lingkaran dalam biasanya mereduksi, stamen berjumlah banyak biasanya lebar dan pendek tersusun secara spiralis , karpelnya beberapa sampai banyak , bebas . buah biasanya terdiri dari sekelompok karpel kering atau berdaging yang melekat pada suatu dasar bunga, biji dengan beberapa embrio kecil dan endosperm yang besar.
Familia piperaceae berupa tumbuhan herba atau semak, tegak atau memanjat . daunnya biasanya berseling, bunga kecil, biseksual atau uniseksual dalam spika berdaging yang padat, tampa periantium, stamen 2 atau 6, ovarium superior, satu lokulus, satu ovulum, stigma 1 sampai 5, pendek , buah berupa buah drupa atau buah kering, biji mengandung endosperm dan perisperm.
Famili lauraceae berupa tumbuhan pohon, perdu (kecuali cassytha, herba, aromatis (minyak, kayu), daunnya tunggal, tersebar tanpa stipula (cassytha, tereduksi pembungaannya dapat berupa panikula, racemes, spika, umbella, adanya hypantium, ovarium superus, 1 karpel,1 ruang 1 ovul, buahnya berupa bacca / drupa, biji tanpa endosperm.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Kegiatan Kuliah Lapangan ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 05 Juli 2019
Waktu : 07.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Taman Teknologi Pertanian Cikajang
C. Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam mengidentifikasi tanaman yaitu:
- ATK (Alat Tulis Kantor)
- Kamera (Untuk Dokumentasi)
- Lembar Pengamatan
- Literatur atau buku sumber
Bahan-bahan yang digunakan dalam mengidentifikasi yaitu tanaman yang ada di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cikajang termasuk tanaman yang dibudidayakan.
D. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam kuliah lapangan ini adalah dengan sistem rotasi (tersebar/ penyebaran). Sistem rotasi merupakan sistem dimana dalam pelaksanaan kuliah lapangan ini setiap kelompok akan memiliki tempat atau area sendiri-sendiri dalam penelitian mengenai tanaman Botani Phanerogamae.
BAB III
PEMBAHASAN
A.Identifikasi Tanaman Budidaya Di Taman Teknologi Pertanian Cikajang
1.Jeruk Garut dan Jeruk Malang
a.Jeruk Keprok Garut
Karakteristik Jeruk Keprok Garut
Jeruk Keprok Garut Jeruk keprok atau Citrus sinensis (L) Osbeck sangat disukai masyarakat karena mempunyai rasa manis sedikit asam dan segar, warna kulit menarik dan mudah dikupas.
Berat jeruk keprok 125-274 gram
Bentuk buah jeruk keprok pada umumnya bulat ada yang gepeng
Ciri khas mempunyai konde.
Tekstur permukaan agak kasar.
Warna kulit pada dataran tinggi bisa sampai oranye.
Mempunyai dinding buah tebal dengan lapisan kulit luar yang kaku, ketebalan kulit 3.13-4.63 mm
Morfologi Jeruk Keprok Garut
Memiliki anak daun (sayap) pada daun, bentuk daun memanjang (oblongus), dan ukurannya lebih besar. Jeruk Garut ini biasanya akan berbuah pada tahun ke 4. Tinggi tanaman sekitar 3,5 sampai 4 m. Bentuk tajuk kerucut terbalik dengan lebar 2,5 m. Bentuk batang bulat berlekuk tidak berduri dan berwarna cokelat. Tanaman jeruk keprok Garut memiliki bentuk daun lonjong bergelombang dan tepi bergerigi. Daun bagian atas berwarna hijau tua dan daun bagian bawah berwarna hijau muda mengkilat. Lebar daun 3,5 – 5 cm dan panjang daun 8 – 11 cm.
Buah jeruk termasuk ke dalam keompok buah sejati berdaging, karena buahnya akan pecah saat masak dan buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah jeruk berbentuk bulat agak gepeng, bagian ujung menjorok ke dalam, dan bagian pangkal terdapat puting. Tebal kulit buah 3 – 5 mm, berpori-pori nyata serta berwarna hijau saat buah muda dan berwarna hijau kekuningan saat buah matang. Sementara itu, daging buah berwarna kuning atau orange dengan aroma buah harum khas keprok garut dan rasa yang manis segar. Menurut AAK (1994) dinding kulit buah jeruk yang mempunyai pori-pori terdapat kelenjar yang berisi peticin. Kadar peticin paling tinggi terdapat pada jeruk Garut, yakni 3% – 3,5%. Peticin umumnya sering dipakai untuk penderita penyakit gula.
Manfaat Jeruk Keprok
Di dalam Jeruk Keprok ditemukan sebuah zat yang bernama nobiletin. Katanya para ilmuwan, kandungan nobiletin tidak hanya terdapat pada jeruk keprok, tetapi juga ditemukan pada beberapa jenis buah-buahan lain, seperti pada jeruk bali.
Namun kandungan nobiletin dalam jeruk keprok, katanya para ilmuwan, lebih baik dibanding buah-buahan lainnya. Dan kandungan nobiletin pada jeruk keprok 10 kali lebih efektif dibandingkan nobiletin dalam jeruk Bali/grapefruit.
Selain nobiletin, juga sudah diteliti bahwa jeruk keprok memiliki senyawa lainnya yaitu tangeritin. Senyawa tangeritin merupakan senyawa methoxyflavone yang mempunyai potensi sebagai agen antikanker.
b. Jeruk Siam
Karakteristik Jeruk Siam
Jeruk siam banyak ditemui di pasar tradisional mempunyai rasa yang manis, kulit tipis dan mudah dikupas.
Ukuran jeruk siam relatif lebih kecil dibandingkan dengan jeruk keprok, dengan kisaran 99.8-112.2 gram.
Buah berbentuk bulat dengan ujung buah bundar. Kulit buah berwarna hijau kekuningan, mengkilat. Ketebalan kulit sekitar 1.8 – 2.5 mm, lebih tipis daripada jeruk keprok.
Tekstur permukaan kulit buah siam lebih halus karena pori-pori lebih rapat dan berukuran kecil 0.8 mm,
Pori-pori jeruk keprok lebih jarang dengan ukuran besar ≥1.2 mm.
Morfologi Jeruk Siam
Pada umumnya batang pohon jeruk siam yang dibudidayakan secara komersial mempunyai tinggi antara 2.5-3.0 m. Jeruk siam ini biasanya akan berbuah pada tahun ke 2. Kebanyakan varietas jeruk siam memiliki bentuk dan ukuran daun yang bisa di bedakan dari jenis jeruk lainnya. Bentuk daunnya oval dan berukuran sedikit lebih kecil dari jeruk keprok Garut. Ujung daunnya agak terbelah, sedangkan bagian pangkalnya meruncing. Urat daunnya menyebar sekitar 0,1 cm dari tepi daun. Antara batang dengan daun dihubungkan oleh tangkai daun dengan panjang sekitar 1.3 cm. Ukuran bunga kecil dan mungil dengan warna putih segar seperti bunga melati. Bentuk buahnya bulat dengan ukuran idealnya sekitar 5.5 cm x 5.9 cm.
Jeruk siam memiliki ciri khas yang tidak dimiliki jeruk keprok lainnya karena mempunyai kulit yang tipis sekitar 2 mm, permukaannya halus dan licin, mengkilap serta kulit menempel lebih lekat dengan dagingnya. Dasar buahnya berleher pendek dengan puncak berlekuk. Tangkai buahnya pendek, dengan panjang sekitar 3 cm dan berdiameter 2.6 mm. Biji buahnya berbentuk ovoid, warnanya putih kekuningan dengan ukuran sekitar 20 biji. Daging buahnya lunak dengan rasa manis dan harum. Produksi buah cukup berat dengan bobot berat perbuah sekitar 75.6 g. Satu pohon rata-rata menghasilkan sekitar 7.3 kg buah.
Manfaat Jeruk Siam
-Mencegah kanker.
-Menjaga kesehatan jantung.
-Mengatasi sembelit.
-Menyehatkan mata.
-Mengontrol tekanan darah.
-Menurunkan resiko stroke.
-Menjaga kesehatan ginjal
-Mencegah sariawan
-Membantu menjaga kesehatan tulang
-Membantu pembentukan otot
2. Kentang sayur
Kingdom : Plantae
Divisi/filum : Magnoliophyta
Kelas/classis : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Solanales
Famili/suku : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies/jenis : Solanum tuberosum
Karakteristik Tanaman Kentang
- Tumbuh dengan menjalar.
- Batang berongga dan tidak berkayu.
- Secara umum daun majemuk tanaman kentang memiliki tangkai daun yang terdapat tunas ketiak.
- Termasuk kedalam umbi- umbian.
- Bunga pada tanaman kentang mempunyai bidang simetris.
- Bentuk kentang bulat dan berwarna putih kecoklatan hingga kekuningan.
- Memiliki kulit umbi sangat tipis dan juga umbi sangat keras
- Umbi terletak dibagian pangkal bawah tanah berwarna putih kotor hingga kuning kecokelatan.
Morfologi Daun
Tanaman kentang pada umumya memiliki daun rimbun berbentuk oval dan meruncing, serta tulang daunya menyirip. Daun merupakan dapur bagi tanaman, dimana daun memiliki fungsi sebagai tempat pengolahan makanan melalui proses fotosintesis.
Warna daun tanaman kentang, yaitu hijau muda sampai hijau tua, bahkan ada juga yang abu-abu. Sedangkan permukaan bawah daun kentang berbulu.
Morfologi Batang
Kentang memiliki batang berbentuk segi empat maupun segi lima, dengan tekstur agak keras dan berwarna hijau tua berpigmen unggu. Batang tanaman ini berdiameter kecil dengan panjang sekitar 50 – 120 cm.
Tanaman kentang memiliki tipe batang yang dibedakan menjadi tiga, yaitu tegak, menyebar, dan menjalar. Pada batang tanaman kentang terdapat rongga dan tidak berkayu. Kecuali tanaman kentang yang sudah tua pada batang bagian bawah dapat berubah menjadi berkayu.
Fungsi dari batang adalah sebagai lajur pengangkutan unsur hara yang diperoleh melalui akar menuju daun. Batang juga berfungsi sebagai lajur pengangkutan hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan.
Morfologi Bunga
Bunga kentang berukuran begitu kecil dengan warna merah, ungu, atau pun putih. Dari bunga kentang itu akan menghasilkan buah berwarna hijau atau hijau keputihan, berlendir serta mengandung biji.
Buah kentang mengandung solonim yang merupakan senyawa dengan kandungan racun tinggi, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.
Morfologi Akar
Akar dari tanaman kentang menjalar dan berukuran kecil serta halus. Akar tanaman ini memiliki warna agak putih dan mampu masuk ke tanah sampai dengan kedalaman 45 cm. Tetapi pada umumnya akar kentang masuk dan bergerombol pada kedalaman tanah 25 cm.
Fungsi dari akar yaitu untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya dan juga untuk menyerap air serta unsur hara dalam tanah.
Bagi tanaman kentang yang dihasilkan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif akan menghasilkan perakaran yang kurang kuat jika dibandingkan perbanyakan secara generatif. Hal tersebut dikarenakan perbanyakan secara vegetatif tidak menghasilkan akar tunggang.
Habitat Tanaman Kentang
Habitat Kentang berada di tanah gembur dengan curah hujan rata-rata 1500 mm/ tahun dan suhu optimal 18-21 derajat celcius. Kelembabannya ada di 80-90% dengan ketinggian antara 1000-3000 mdpl.
Fakta Menarik Kentang
- Merupakan tanaman khas negara Irlandia.
- Bisa tumbuh tanpa di pupuk.
- Kentang pernah ditanam di luar angkasa pada tahun 1995 dengan menggunakan media kapal ulang alik Columbia.
- Kentang terbesar di dunia sebesar 8,5 pon.
- Kentang goreng pertama diperkenalkan oleh Amerika Serikat dan disajikan pertama kalinya kepada Presiden Amerika Serikat Thomas Jefferson pada tahun 1801.
Manfaat Tanaman Kentang
Merupakan obat penyakit otak dan ginjal, serta mengurangi stress.
3. Tomat
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum lycopersicum
Karakteristik Tanaman Tomat
- Tomat merupakan jenis tanaman monokotil, biji berkeping tunggal.
- Tinggi tanaman dapat mencapai hingga 60 cm.
- Mempunyai akar serabut.
- Bunganya berwarna kuning langsat.
- Berkas pengangkut (xylem dan floem) tersebar.
- Bagian perhiasan bunganya hanya terdiri dari 3 atau kelipatannya.
- Buah yang masih muda berwarna putih kehijauan, akan tetapi setelah buahnya matang akan berubah warna menjadi merah ranum.
- Buahnya memiliki tangkai bertandan, dan setiap tangkai tandan buahnya terdiri dari beberapa buah, dan terkadang buahnya bergerombal di setiap tangkainya.
- Daunnya melengkng atau sejajar, dengan warna daun agak semi hijau keputihan disebabkan karena factor pigmen klorofil pada sel daunnya.
- Batangnya tidak berkayu (tidak ada cambium), namun berbatang herba.
- Buah tomat rampai dan dapat dipanen berkali-kali selama hidupnya.
Morfologi Akar
Tanaman tomat memiliki akar tunggang, akar cabang, serta akar serabut yang berwarna keputih-putihan dan berbau khas. Perakaran tanaman tidak terlalu dalam, menyebar kesemua arah hingga kedalaman rata-rata 30-40cm, namun dapat mencapai kedalaman hingga 60-70cm. Akar tanaman tomat berfungsi untuk menopang berdirinya tanaman serta menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Oleh karena itu, tingkat kesuburan tanah di bagian atas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi buah, serta benih tomat yang dihasilkan.
Morfologi Batang
Batang tanaman tomat bentuknya bulat dan membengkak pada buku-buku. Bagian yang masih muda berambut biasa dan ada yang berkelenjar. Mudah patah, dapat naik bersandar pada turus atau merambat pada tali, namun harus dibantu dengan beberapa ikatan. Dibiarkan merata, cukup rimbun menutupi tanah. Bercabang banyak sehingga secara keseluruhan berbentuk perdu.
Mofologi Daun
Daun tomat mudah dikenali karena mempunyai bentuk yang khas, yaitu berbentuk oval, bergerigi, dan mempunyai celah yang menyirip. Daunnya yang berwarna hijau dan berbulu mempunyai panjang sekitar 20-30 cm dan lebar 15-20 cm. Daun tomat ini tumbuh di dekat ujung dahan atau cabang. Sementara itu, tangkai daunnya berbentuk bulat memanjang sekitar 7-10cm dan ketebalan 0,3-0,5 m.
Morfologi Bunga
Bunga tanaman tomat berwarna kuning dan tersusun dalam dompolan dengan jumlah 5-10 bunga per dompolan atau tergantung dari varietasnya. Kuntum bunganya terdiri dari lima helai daun kelopak dan lima helai mahkota. Pada serbuk sari bunga terdapat kantong yang letaknya menjadi satu dan membentuk bumbung yang mengelilingi tangkai kepala putik. Bunga tomat dapat melakukan penyerbukan sendiri karena tipe bunganya berumah satu. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan terjadi penyerbukan silang.
Morfologi Buah
Buah tomat adalah buah buni, selagi masih muda berwarna hijau dan berbulu serta relatif keras, setelah tua berwarna merah muda, merah, atau kuning, cerah dan mengkilat, serta relatif lunak. Bentuk buah tomat beragam: lonjong, oval, pipih, meruncing, dan bulat. Diameter buah tomat antara 2-15 cm, tergantung varietasnya. Jumlah ruang di dalam buah juga bervariasi, ada yang hanya dua seperti pada buah tomat cherry dan tomat roma atau lebih dari dua seperti tomat marmade yang beruang delapan. Pada buah masih terdapat tangkai bunga yang berubah fungsi menjadi sebagai tangka i buah serta kelopak bunga yang beralih fungsi menjadi kelopak bunga.
Morfologi Biji
Biji tomat berbentuk pipih, berbulu dan berwarna putih kekuningan dan coklat muda. Panjangnya 3 – 5 mm dan lebarnya 2 – 4 mm. Biji saling melekat, diselimuti daging buah, dan tersusun berkelompok dengan dibatasi daging buah. Jumlah biji setiap buahnya bervariasi, tergantung pada varietas dan lingkungan, maksimum 200 biji per buah. Umumnya biji digunakan untuk bahan perbanyakan tanaman. Biji mulai tumbuh setelah ditanam 5 – 10 hari.
Habitat Tanaman Tomat
Tomat berasal dari amerika tropis yang ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1 – 1600 m dpl.
Manfaat Tomat
Tomat memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, tomat membantu dalam menghilangkan beberapa penyakit berbahaya, tingkat kematian dan obesitas kalian secara keseluruhan, tomat mengandung lycopene yang merupakan pigmen karotenoid yang membantu tubuh kalian dalam beberapa cara.
Tomat juga dikenal luas karena kandungan antioksidannya yang luar biasa, manfaat kesehatan dari tomat termasuk meningkatkan penglihatan, kesehatan perut yang baik serta mengurangi tekanan darah, ini juga memberi kelegaan dari diabetes, masalah kulit dan infeksi saluran kemih, secara keseluruhan itu memberikan banyak manfaat bagi tubuh kalian, pada artikel ini terdapat sepuluh alasan mengapa kalian harus menambahkan tomat ke dalam makanan kalian setiap hari seperti dikutip dari situs Boldsky.
Mengobati Tekanan Darah Tinggi
Mengobati Memar Akibat Terbentur.
Mengobati Kulit Terbakar Sinar Matahari
Mengobati Demam.
Data Pengamatan
CLASS : Magnoliopsida
|
Ordo :Sapindales
|
Ordo : Solanales
|
Ordo : Solanales
|
Data Pengamatan
Tumbuhan
|
Famili : Rutaceae
Genus : Citrus
|
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
|
Famili : Solanaceae
Genus : Lycopersicum
|
Contoh Sampel
|
Citrus nobilis
|
Solanum tuberosum
|
Lycopersicum esculentum
|
1. Batang :
| |||
Habitus
|
Pohon
|
Herba
|
Herba
|
Simpodial/monopodial
|
Monopodial
|
Sympodial
|
Monopodial
|
Bentuk/Segi Penampang
|
Bulat
|
Segi empat atau segi lima
|
Bulat
|
2. Daun :
| |||
Filotaksis
|
Berseling
|
berhadapan
|
Berhadapan
|
Pertulangan Daun
|
Menyirip
|
Menyirip
|
Menyirip
|
Bentuk Daun
|
Oval
|
Bulat lonjong
|
Oblongus
|
Tepi Daun
|
Rata
|
Rata
|
Bercangap
|
Tunggal/Majemuk
|
Majemuk
|
Majemuk menyirip ganjil
|
Majemuk menyirip berselang-seling tunggal
|
3. Bunga :
| |||
Karangan Bunga
|
Racemose
|
Cemosa
|
Cemosa
|
Tipe Mahkota
|
Perigonium
|
Polipetal
|
Polipetal
|
Tipe Kelopak
|
Perigonium
|
Polisepal
|
Polisepal
|
Tipe Benang Sari
|
Polidelphus
|
Porisdehiscens
|
Polidelphus
|
Tipe Ovarium
|
Superum
|
Superum
|
Subferus
|
4. Buah :
Tipe Buah
|
Hesperidium
|
Buni
| |
5. Monoecus/Dioecus
|
Monoecus
|
Dioecus
|
Dioecus
|
B.Identifikasi Tanaman Di Zona 1
B.1. Liana
1. Strawberi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledone
Ordo : Rosales
Famili : Rosaideae
Subfamili : Rosaceae
Genus : Fragaria
Spesies : Fragaria vesca
Habitus : Liana
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Trifoliate
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Bergerigi
- Filotaksis : Melingkar rumpun
Bunga
Tunggal/ Majemuk : Majemuk
Bentuk : Tandan
Mahkota : Terdapat 5 mahkota
Putik : Terdapat ratusan putik
Benang Sari : 20-35 stamen
Tipe Buah : Semu
Biji : Memiliki bentuk bulat lonjong, oval dan berwarna kecoklatan dan kehitaman.
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum :
Tanaman ini memiliki akar serabut di dalam tanah tumbuh dangkal dan menyebar horizontal sepanjang 30 cm dan secara vertikal dapat mencapai kedalaman 40 cm. akar muncul dari batang yang pendek dan tebal berbentuk rumpun. Dari rumpun iti akan memunculkan tunas baru menjadi crwon baru, sulur dan bunga.
Tanaman ini memiliki batang utama pendek, dauan terbentuk pada buku dan ketiak terdapat pucuk aksilar. Internode sangat penfdek sehingga jarak dauan yang satu dengan yang lain sangat kecil dan tampak seperti rum[un tanpa batang. Batang utama dan dauan teresusun rapat, memiliki ukuran yang sangat bervariasi dan beragam. Tergantung dengan umur, tingkat perkembangan tanaman dan kondisi lingkungan pertumbuhan.
2. Markisa
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Parietales
Famili : Passifloraceae
Genus : Passitlora
Spesies : Passiflora ligularis
Habitus : Liana
Percabangan : Simpodial
Daun :
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Bangun jantung (obcordatus)
- Pertulangan : Menyirip berbagi
- Tepi Daun : Rata
- Filotaksis : Berseling
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Mahkota : Polypetal
- Kelopak : Polysepal
- Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Polydelphus
- Tipe Buah : Buni
- Biji : Bentuk bulat pipih, berselaput, keras dan hitam
- Monoecus/Dioecus : Monoecus
- Deskripsi umum : Merupakan tumbuhan yang umumnya ditanam sebagai tanaman buah−buahan terutama di Sumatra dan Jawa pada ketinggian 800-1500 m di atas permukaan laut. Berbunga sepanjang tahun puncaknya di musim kemarau. Daun buahnya mengandung saponin, alkaloid, dan poliftenol.
3. Areuy
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Mikania
Spesies : Mikania micrantha
Habitus : Liana
Percabangan : monopodial
Daun :
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Hati
- Pertulangan : Palminervis/ menjari
- Tepi Daun : Beringgit
- Filotaksis : Berhadapan
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Malai
- Keadaan Kelopak : Gamosepal
- Mahkota : Gamopetal
- Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Polydelphus
Tipe Buah : Buni
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Batang M. micrantha tumbuh menjalar berwarna hijau muda, bercabang dan ditumbuhi rambut rambut halus. Panjang batang dapat mencapai 3-6 m. Pada tiap ruas terdapat dua helai daun yang saling berhadapan, tunas baru dan bunga. Helai daun berbentuk segitiga menyerupai hati dengan panjang daun 4-13 cm dan lebar 2-9 cm. Permukaan daun menyerupai mangkok dengan tepi daun bergerigi. Bunga tumbuh berwarna putih, berukuran kecil dengan dengan panjanhg 4,5 sampai 6 mm, dan tumbuh dari ketiak daun atau pada ujung tunas. Biji dihasilkan dalam jumlah besar, berwarna coklat kehitaman dengan panjang 2 mm.
4.Bunga Kertas
Divisi : Tracheobionta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllanae
Famili : Nytaginaceae
Genus : Bougainvillea.
Spesies : Bougainvillea glabra
Habitus : Liana
Percabangan : Simpodial
Daun :
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Berbentuk hati atau bulat telur segi tiga
- Pertulangan : Menjari
- Tepi Daun : Berombak
- Filotaksis : Berhadapan
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Malai
- Mahkota : Gamosepal
- Kelopak : Gamopetal
- Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Polydelphus
Tipe Buah : Bacca
Biji : -
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Bunga panjangnya 4.5-6 mm, berjumlah banyak, bertangkai (peduncle), muncul pada ketiak atau diujung, rapat, tata berupa cawan yang membentuk malai (paniculate corymb), cabang dari cawan halus (glabrous), bersegi, kepala gagang bunga (peduncle head) bersegi, sedikit berambut halus, panjang 3-15 mm; involucre berbentu oblong, bracts berjumlah 4, hampir sama (sub-equal), 2 bersambung, tegak, runcing atau tumpul, bentuk oblong sampai obovate, hijau cerah, panjang 2-4 mm; reseptakel/dasar bunga epaleate. Masing-masing kepala (head) dengan 4 bunga biseksual yang keluar dari involucre; mahkota (corolla) berwarna putih, berbentuk lonceng (campanulate) dengan 5 cuping berbentuk ovate-triangular yang runcing, tabung tipis, limb lebih pendek; kepala sari (anthers) berwarna biru atau abu-abu kehitaman, kedua sisi tumpul; tangkai putik (style) putih, dengan 2 lengan, panjang, terlihat jelas keluar. Buah (Achene) coklat kehitaman, oblong ramping, bersegi, menumpul (truncate) mencapai 40, panjang 2-4 mm, berambut putih (pappus white).
5. Jukut Ibun
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Caryofhilidae
Ordo : Caryofhyllales
Famili : Caryophyllaceae
Genus : Drymaria
Spesies : Drymaria cordata
Habitus : Liana
Percabangan : Simpodial
Daun :
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Bulat (orbicularis)
- Pertulangan : Curvinervis
- Tepi Daun : Rata
- Filotaksis : Berhadapan (folia oposita)
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Dichasial
- Mahkota : Polypetal
- Kelopak : Polisepal
- Tipe ovarium : Suferum
- Benang Sari : Polydelphus
Tipe Buah : Capsula
Monoecus/Dioecus : Monoecus
B.2. Semak
1. Bunga Taiwan beauty
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Famili : Lythraceae
Genus : Cuphea
Spesies : Cuphea hyssopifolia
Habitus : Semak
Percabangan : Folia sparsa
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Lanceolatus
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Rata
- Filotaksis : Berhadapan
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : -
- Mahkota : Tenda bunga
- Kelopak : Tenda bunga
- Putik : -
- Benang Sari : -
Tipe Buah : -
Biji : -
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Taiwan beauty termasuk salah satu jenis tanaman dengan harga murah tetapi memiliki kualitas yang baik, banyak digunakan untuk border, pagar pendek, list dll. Pemilik daun berukuran kecil atau lembut dengan jarak antar daun sangat rapat dan tidak mudah rontok, ditambah dengan perpaduan bunga tanaman taiwan beauty yang tersedia tidak hanya satu jenis warna, terdapat beberapa warna yang tersedia, antara lain warna bunga taiwan beuty putih, pink, kuning.
2. Pandan
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Arecidae
Ordo : Pandanales
Famili : Pandanaceae
Genus : Pandanus
Spesies : Pandanus sp
Habitus : Semak
Percabangan : Berseling
Daun :
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Pita
- Pertulangan : Sejajar
- Tepi Daun : Rata
- Filotaksis : Berputar
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : -
- Mahkota : Gamosepal
- Kelopak : Gamopetal
- Putik : -
- Benang Sari : -
Tipe Buah : Bacca
Biji : -
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Tinggi Rata-rata pohon pandan tikar bisa mencapai 10 meter, ketika ukurannya mencapai empat meter, batangnya tumbuh tunggal, setelah itu tumbuh cabang-cabang. Tanaman ini dapat tumbuh baik dengan intensitas cahaya matahari penuh di tanah gambut, tanah berkapur dan tanah pesisir dengan kadar garam tinggi, serta tahan terhadap hembusan angin kencang. Pandan Tikar termasuk tumbuhan berumah dua. Bunga jantan berupa tongkol berukuran antara 25 – 60 cm, menggantung terselubung dalam seludang berwarna putih-kuning dan wangi, sedangkan bunga betinanya berbentuk bulat bergaris tengah sekitar 5 cm.
3. Kriminil
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Caryophytales
Famili : Amaranthaceae
Genus : Alternanthera
Spesies : Alternanthera ficoidea
Habitus : Semak
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Jorong
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Integer (rata)
- Filotaksis : Folia sparsa
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Spica
- Mahkota : Polypetal
- Kelopak : Polysepal
- Tipe ovarium : Suferum
- Benang Sari : Epipetal
Tipe Buah : Bacca
Biji : Bulat
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Kriminil adalah tanaman hias sering ditemukan di taman dan di tanam di halaman rumah. Warnanya bermacam-macam, ada merah muda kehijauan, kuning kehijauan dan sebagainya.
4. Arben
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Subkelas : Rosidae
Subkelas : Rosidae
Ordo : Rosales
Famli : Rosaceae
Genus : Rubus
Spesies : Rubus reflexus
Habitus : Semak
Percabangan : Simpodial
Daun :
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Ovalis (jorong)
- Pertulangan : Menyirip (peninervis)
- Tepi Daun : Bergerigi (Serratus)
- Filotaksis : Berhadapan (folia oposita)
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Tipe : Malai
- Mahkota : Polypetal
- Kelopak : Polysepal
- Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Polydelphus
Tipe Buah : Buni
Biji : Kecil - kecil
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Setiap jenis tanaman murbei memiliki warna batang yang berbeda-beda seperti hijau, hijau kecoklatan, atau hijau kelabu. Batang ini mempunyai cabang yang banyak dengan arah tumbuh tegak ke atas, mendatar, dan menggantung. Selanjutnya ranting yang bentuk penampangnya bulat akan keluar dari ketiak daun. Akar tanaman murbei bertipe dalam dan luas. Sementara tanaman hasil stek memiliki akar yang tumbuh ke bawah hingga kedalaman 10-15 cm layaknya akar tunggang. Sistem perakaran tersebut dapat terus tumbuh ke bawah sampai kedalaman lebih dari 300 cm.
5. Kembang tahi ayam
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Sub Famili : Tageteae
Genus : Tagetes
Spesies : Tagetes erecta L.
Habitus : Liana
Percabangan : Simpodial
Daun :
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Lanset
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Bergerigi
- Filotaksis : Simpodial
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Mahkota : Polipetal
- Kelopak : Polisepal
- Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Polydelphus
Tipe Buah : Achenes
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Tanaman marigold tumbuh tegak dengan batang bercabang-cabang setinggi 50–100 cm, memiliki daun yang menyirip berwarna hijau gelap, berakar tunggang dengan rambut akar, dan berkembang biak dengan biji. Pada sekujur batangnya, tumbuh daun majemuk yang berujung runcing dan tepinya bergerigi. Bunga marigold berdiameter 7–10 cm dengan susunan mahkota bunga rangkap, berwarna cerah, yaitu kuning, jingga, atau berwarna ganda. Warna kuning bunga marigold disebabkan oleh dua pigmen utama, yaitu pigmen karotenoid dan sebagian kecil flavonoid. Karotenoid pada kelopak bunga marigold jumlahnya 200 kali lebih banyak dari karotenoid pada jagung
B.3. Herba
1. Sri Rezeki
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Arecidae
Ordo : Arales
Famili : Araceae
Genus : Aglaonema
Spesies : Aglaonema crispum
Habitus : Herba
Percabangan : Monopodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tungal
- Bentuk : Oval
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Rata
- Filotaksis : Berhadapan
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Tipe bunga : Tongkol
Tipe Buah : Drupa
Monoecus/Dioecus :Monoecus
Deskripsi umum : Tanaman sri rejeki adalah tanaman yang memiliki biji tunggal dan memiliki perakaran yang serabut. Batang tanaman sri rejeki memiliki batang yang pendek, berdiameter 1-3 cm atau lebih. Daun tanaman sri rejeki berbentuk oval tidak beraturan, bagian pangkal ujung lancip dengan tekstur kaku, berwarna hijau, kemerahan, bercak/corak putih adapun warna lainnya tergantung dengan spesiesnya. unga tanaman sri rejeki tidak indah dan menarik dibandingkan dengan tanaman lainnya, bunga ini memiliki serbuk sari terletak dibagian atas dan putik dibagian dekat pangkal. Bunga tanaman ini terbungkus oleh seludang berwarna hijau pucat. Buah yang dihasilkan oleh tanaman ini berbentuk lonjong, hampir menyerupai buah melinjo, berwarna hijau.
2. Babadotan
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum conyzoides L.
Habitus : Herba
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Oval
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Bergerigi (Serratus)
- Filotaksis : Berhadapan (Folio oposita)
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Malai
- Mahkota : Polypetal
- Kelopak : Polysepal
- Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Polidephus
Tipe Buah : nux
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Ageratum adalah herbal tahunan yang tumbuh sekitar 60 cm tinggi dan menghasilkan bunga-bunga pink kecil di bagian atas batang berbulu nya. Di beberapa negara itu dianggap sebagai gulma yang sulit untuk mengontrol. Ageratum berkisar dari tenggara Amerika Utara ke Amerika Tengah, tetapi pusat asal di Amerika Tengah dan Karibia. Ageratum juga ditemukan di beberapa negara di daerah tropis dan sub-tropis, termasuk Brasil.
3. Kaktus
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Genus : Mammillaria
Spesies : Mammillaria xantina
Habitus : Herba
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Seperti duri
- Pertulangan : -
- Tepi Daun : -
- Filotaksis : Folia sparsa
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Mahkota : Polypetal
- Kelopak : Polysepal
- Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Lepas
Tipe Buah : Buni
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Akar tanaman kaktus tunggang, bercabang, dan juga memiliki serabut, namun ada beberapa perakaran dari tanaman ini memiliki sifat yang menempel dari tanaman satu ketanaman lainnya yang disebut epifit. Batang tanaman kaktus memiliki kandungan air yang banyak atau disebut Sukulen, selain itu air yang disimpan didalam batang memiliki bentuk lendir dan juga tidak menguap. Daun tanaman kaktus ini tunggas yang memiliki tangkai pendek dan juga memiliki ukuran besar, selain itu daun ini memiliki peran untuk melakukan proses fotosintesis. Tanaman ini juga memiliki bunga berbentuk corng, dengan ukuran dan juga bentuk yang sangat beragam tergantung dengan varietesnya. Buah pada tanaman kaktus ini berbentuk bulat menajang atau lonjong dan juga memiliki daging yang tebal.
4. Bunga Matahari
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnolipyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Asteridae
Subkelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Astereceae
Genus : Helianthus
Spesies : Helianthus annus L
Habitus : Herba
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Oval
- Pertulangan : Menyirip (Peninervis)
- Tepi Daun : Bergerigi (Serratus)
- Filotaksis : Berseling
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Bunga pita dan bunga tabung
- Mahkota : Polipetal untuk bunga pita dan gamopetal untuk bunga tabung.
- Kelopak : Polysepal
-Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Epipetalus
Biji : Capitulum
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Tanaman Bunga Matahari dapat berkembang tumbuh tinggi mencapai (1m -2 m) dengan batang yang berbulu halus, berbentuk bulat, tebal dan kuat serta tumbuh ke atas tegak membengkok mengarah ke Sinar Matahari. Biji pada Bunga Matahari ini memiliki kulit keras bagian luar berbentuk pipih memanjang dengan memiliki warna keabuan serta kehitaman. Tanaman Bunga Matahari ini termasuk Bunga Majemuk yang memiliki puluhan Kelopak Bunga Besar dan berbentuk pita berwarna kuning terang dan tersusun dari ribuan kelopak bunga kecil dalam satu bonggol bunga. Bunga Matahari ini memiliki ciri khas yang sangat berbeda dari Jenis Bunga lainnya, yaitu Bunga Matahari tumbuh berkembang mengarah ke Cahaya Matahari. Pada daun Bunga Matahari berbentuk tunggal, lebar, dan bertangkai panjang serta memiliki Bunga yang saling berhadapan. Pada Akar Bunga Matahari ini sangat halus, lebat, mendatar dan dapat mencapai (3m – 4m) serta memiliki perakaran yang kuat, sehingga akar tersebut dapat menembus ke dalam tanah.
5. Tanaman Daun Sendok
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnolipyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Asteridae
Ordo : Plantaginales
Famili : Plantaginaceae
Genus : Plantago
Spesies : Plantago mayor
Habitus : Herba
Percabangan : Monopodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Bulat telur )ovatus)
- Pertulangan : Curvinervis
- Tepi Daun : Integer
- Filotaksis : Roset akar
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Tipe bunga : Malai (panicula)
Monoecus/Dioecus : monoecus
B.3. Pohon
1. Pohon Jambu Batu
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnolipyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Subkelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Psidium
Spesies : Psidium guazava
Habitus : Pohon
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Ovalis
- Pertulangan : Peninervis
- Tepi Daun : Integer
- Filotaksis : Folio oposita
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Mahkota : Polypetal
- Kelopak : Gamosepal
- Ovarium : Inferum
- Benang Sari : Polydelphus
Tipe Buah : Buni
Monoecus/Dioecus : Monoecus
2. Pohon Mangga
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnolipyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica
Habitus : Pohon
Percabangan : Monopodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Oblongus (memanjang)
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Integer
- Filotaksis : Folio sparsa (tersebar)
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Panicula (tandan)
- Mahkota : Polypetal
- Kelopak : Polysepal
- Ovarium : Suferum
- Benang Sari : Polydelphus
Tipe Buah : Drupa (buah batu)
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Tanaman buah tahunan berupa pohon yang erasal dari India. Pohon manga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
3. Pohon Pinus
Kingdom : Plantae
Divisi : Pinophyta
Kelas : Coniferopsida
Ordo : Coniferales
Famili : Pinaceae
Genus : Pinus
Spesies : Pinus merkusii
Habitus : Pohon
Percabangan : Monopodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Jarum
- Pertulangan : Sejajar
- Tepi Daun : Integer
- Filotaksis : Folio sparsa (tersebar)
Strobillus
Jantan
Letak : Ujung batang
Jumlah : 1
Betina
Letak : Ujung
Jumlah : 1
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Pohon
B.4. Perdu
1. Pucuk Merah
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnolipyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Spesies : Syzygium oleana
Habitus : Perdu
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Lanceolatus (lanset)
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Integer (rata)
- Filotaksis : Folia decussata bersilang)
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Malai berkarang berbatas
- Putik : satu berwarna putih
- Benang Sari : Polydelphus
Buah : Bentuk bulat agak pipih.
Monoecus/Dioecus : Monoecus
2. Pakis Haji
Kingdom : Plantae
Divisi : Pionophyta
Kelas :Cycadopsida
Ordo : Cycadales
Famili : Cycadaceae
Genus : Cycas
Spesies : Cycas rumpii
Habitus : Perdu
Percabangan : Roset batang
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Berdaging memnanjang
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Bergerigi
- Filotaksis : Berseling
Strobilus
Jantan
Letak : Terminal
Jumlah : Banyak
Betina
Letak : Aksilaris
Jumlah : Banyak
Monoecus/Dioecus : Monoecus
3. Palm Kuning Hias
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnolipyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Areacales
Famili : Arecaceae
Genus : Chrysalidocarpus
Spesies : Chrysalidocarpus lutescens
Habitus : Perdu
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Memanjang
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Integer
- Filotaksis : Berseling
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Spadik spaatha
- Mahkota : Polipetal
- Kelopak : Polisepal
Monoecus/Dioecus : Monoecus
4. Kopi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnolipyta
Kelas : Magnoliopsida
Subordo : Asteridae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Coffe
Spesies : Coffe arabika
Habitus : Perdu
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk : Tunggal
- Bentuk : Bulat telur
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Integer
- Filotaksis : Tersebar
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Payung
- Mahkota : Gamopetal
- Kelopak : Polisepal
- Putik : Superum
- Benang Sari : Polydelphus
Tipe Buah : Kendaga
Monoecus/Dioecus : Monoecus
Deskripsi umum : Merupakan perdu tahunan dengan tinggi sekitar 5 m. Batang berkayu, keras, tegak, dan berwarna putih kabu abuan. Daun tunggal, berbentuk bulat telur, mengkilat, ujung runcing, tepi rata, pangkal tumpul, pertulangan menyirip, panjang 5-15 cm. dan berwarna hijau. Bunga majemuk, berbentuk payung, muncul di ketiak daun, kelopak berbagi lima dan berwarna hijau. Mahkota berbentuk bintang da berwarna putih, benangsari berjumlah 5, tangkai sari berwarna putih, kepala sari berwarna hitam dengan panjang putik 3 cm, serta kepala putik berwarna coklat dan putih. Buah berbentuk bulat telur, diameter 5 mm, saat masih muda berwarna hijau, dan setelah setelah tua berwarna merah. Biji berbentuk bukat telur, berbelah 2, keras, dan berwarna putih kotor.
5. Hiris
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnolipyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Cajanus
Spesies : Cajanus cajan
Habitus : Perdu
Percabangan : Simpodial
Daun
- Tunggal/ Majemuk :
- Bentuk : Bulat telur
- Pertulangan : Menyirip
- Tepi Daun : Integer
- Filotaksis : Tersebar
Bunga
- Tunggal/ Majemuk : Majemuk
- Bentuk : Tandan
- Mahkota : Polipetal
- Kelopak : Polisepal
Tipe Buah : Legumen (polong)
Monoecus/Dioecus : Dioecus
Deskripsi umum : Perdu tegak, tinggi 1-2 m. Batang berkayu, bulat, berbulu, beralur, hijau kecoklatan. Daun berkumpul tiga, bertangkai pendek. Helai daun bulat telur sampai elips, tersebar, ujung da pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, keluar dari ketiak daun, bentuk tandan, karangan bunga 15-30 cm, mahkota bentuk kupu-kupu, kuning. Buah polong, panjang 1-10 cm, berbulu, pipih, hijau,. Biji kecil, bulat. Warna kulit biji bisa putih keabu abuan, kuning, coklat atau hitam. Polong muda dapat dimakan. Polong tua dipanggang atau dibuat sejenis tempe. Daun muda bisa dimakan mentah sebagai lalap, direbus atau dikukus. Perbanyakan dengan biji.
DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, Gembong.1985.MORFOLOGI TUMBUHAN.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta
Nuris Nuraini, Dini. 2011.ANEKA MANFAAT BIJI-BIJIAN.Gava Media.Yogyakarta
https://www.materipertanian.com/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-puring/
https://www.plantinfo.co.za/plant/cuphea-hyssopifolia/
https://www.databarang.wordpress.com/2017/10/30/mikania-micrantha
https://www.floranegeriku.blogspot.com/2011/06/babadotan-argentum-conizoides-l.html
https://www.sampulpertanian.com/2017/11/klasifikasi-dan-morfologi-dari-pucuk.html
https://ganesha-flora.blogspot.com/2016/01/tanaman-puring-codiaeum-variegatum.html
https://floranegeriku.blogspot.com/2011/06/konyal-passiflora-edulis-sims.html
DAFTAR GAMBAR
Cajanus cajan
Perdu
Kriminil
Semak
Codiaeum variegatum (L.) Rumph
Semak
Drymaria cordata
Liana
Sansiviera
Herba
Crysalidocarpus lutrscens
Semak
Codiaeum sp
Herba
Passiflora ligularis
Liana
Cuphea hyssopifolia
Cytrus amarilifolius
Semak
Solanum lycopersicum
Solanum tuberosum
Citrus nobilis





















