PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
OBSERVASI PEMBULUH DARAH KAPILER PADA KECEBONG
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum mata kuliah Fisiologi Hewan yang diampu oleh Siti Nurkamilah, M.Pd.
Disusun Oleh :
Lutfi Moch Fauzi (17541003)
Lutfi Moch Fauzi (17541003)
Ayu Mutia (17542003)
Elsa Nursafitri Utami (17542012)
Anisa Mutmainah (17543004)
Pina Yulianti (17543011)
Yuli Sumiati (17543018)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TERAPAN DAN SAINS
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA (IPI) GARUT
2019
A. Tujuan
1. Untuk mengetahui aliran darah pada kecebong
2. Untuk membedakan dan mengetahui aliran pembuluh darah arteri dan vena pada ekor kecebong.
B. Landasan Teori
Amfibia atau amfibi umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam, yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.
Amfibia mempunyai ciri-ciri, diantaranya:
1. Tubuh diselubungi kulit yang berlendir
2. Merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm)
3. Mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik
4. Mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan berfungsi untuk melompat dan berenang.
5. Matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membran niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam.
6. Pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam.
7. Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal).
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.Lapisan terluar arteri disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.
Jenis-jenis pembuluh arteri :
1. Arteri pulmonaris
Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.
2. Arteri sistemik
Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.
3. Aorta
Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.
4. Arteriol
Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.
5. Pembuluh kapiler
Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis.
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mem punyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar tetapi merembes. Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya
Kebanyakan berudu herbivora, memakan alga dan bagian-bagian tumbuhan. Beberapa spesies merupakan omnivora (pemakan segala). Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh.
Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium. Sistem peredaran darah, katak juga memilki sistem peredaran limfatik. Sistem peredaran limfatik berperan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah.
Arteri adalah pembuluh dangan tekanan terbesar, sehingga memungkinkan untuk menyalurkan darah sampai ke kapiler-kapiler. Kapiler memiliki tekanan paling kecil, dan setelah keluar ke vena tekanannya lebih besar di banding kapiler.
C. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu :
1. Mikroskop
2. Objeck glass
3. Cawan petri
4. Kapas
Bahan yang dibutuhkan dalam praktikum ini yaitu :
1. Kecebong yang belum berkaki dan masih hidup
2. Alkohol 70 %
D. Cara Kerja
1. Dibius satu ekor kecebong dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi alcohol 70%
2. Dilakukan pengamatan aliran darah pada ekor kecebong dengan menggunakan mikroskop.
3. Diamati arteri dan venanya
4. Diamati perbedaan kecepatan aliran darahnya.
E. Hasil Pengamatan
No
|
Katagori
|
Arteri
|
Vena
|
1
|
Aliran darah
|
Kepala – ekor
|
Ekor – kepala
|
2
|
Diameter pembuluh darah
|
Lebih kecil
|
Lebih besar
|
3
|
Kecepatan aliran darah
|
Lebih cepat
|
Lebih lama
|
Gambar 1.1 Pembuluh darah pada kecebong dengan perbesaran 10 X 15
Gambar 1.2 Kecebong dan bagian bagiannya
Gambar 1.3 Hasil pengamatan pembuluh darah pada ekor kecebong dengan perbesaran 10 X 15
Gambar 1.4 Arah aliran darah yang terjadi pada kecebong.
Ciri – ciri berudu :
· Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernafas.
· Pada fase berudu amphibi hidup di perairan dan bernafa dengan insang.
· Pada fase ini berudu bergerak menggunakan ekor
· Berudu berumur 3 minggu insangnya tertutup oleh kulit.
· Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul.
· Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, insang tak berfungsi lagi, ekornya menjadi pendek serta bernafas dengan paru-paru.
F. Pembahasan
Pembuluh arteri dan vena mengalirkan darah lebih cepat daripada pembuluh arterior, venula, dan kapiler karena ukuran arteri dan vena lebih besar dari ukuran pembuluh arterior. Pada masa larva (berudu/kecebong), sistem peredaran transportasinya menyerupai sistem transportasi pada ikan. Setelah mengalami metamorphosis menjadi katak, sistem transfortasinya mengalami perubahan yang sesuai dengan kehidupan dilingkungan darat. Sistem peredaran darah kecebong merupakan sistem peredaran darah tunggal, yaitu darah melewati jantung sekali dalam setiap peredaran. Jantung ikan terbagi menjadi dua ruangan. Yaitu satu serambi dan satu bilik. Arteri adalah pembuluh dengan tekanan terbesar, sehingga memungkinakan untuk menyalurkan darah menuju ke kapiler-kapiler. Kapiler memiliki tekanan paling kecil, dan setelah keluar ke vena tekananya lebih besar dibanding kapiler. (Kartolo 1993).
Sistem peredarah darah kecebong diamati dengan melihat saluran peredaran darah pada bagain ekornya, kemudian diteruskan ke bagian kepala untuk mengetahui kecepatan aliran darah dan menentukan pembuluh vena dengan pembuluh arteri. Dalam praktikum yang kami temukan langsung dengan menggunakan perbesaran 150 kali, dapat ditemukan dengan jelas arteri dan venanya serta pembuluh kapilernya. Namun secara keseluruhan pembuluh di ekor sampai kepala tidak dapat diamati karena tidak dilakukan dengan pembesaran 2X.
Sesuai dengan teori yang sudah dituliskan di atas, kecepatan aliran darah pada arteri lebih cepat dibandingkan pada vena. Arteri membawa darah yang kaya O2 dari insang dan disebarkan ke seluruh tubuh. Sedangkan vena membawa darah yang kaya CO2 dari seluruh tubuh menuju ke jantung. Sistem transfortasi pada kecebong menyerupai sistem tranfortasi pada ikan. Pada kecebong, darah melewati jantung sekali dalam setiap peredaran sehingga disebut dengan sistem peredaran darah tunggal.
Mekanisme peredaran darah pada kecebong adalah sebagai berikut:
Seluruh darah yang mempunyai kadar O2 rendah dan CO2 tinggi masuk ke jantung melalui pembuluh vena.
· Otot bilik akan memompa darah keluar dari jantung lewat arteri menuju kapiler di dalam insang.
· Daerah insang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas,CO2 dibebaskan dan O2 diikat.
· Darah kemudian mengalir melalui arteri menuju ke kapiler sistemik yang merupakan pembuluh pembuluh kapiler yang akan menyebarkan darah keseluruh tubuh.
· Darah dari sel-sel tubuh dikumpulkan, kemudian dibawa lagi ke jantung melalui pembuluh vena.
G. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai beriukut :
· Sistem peredarah darah pada kecebong termasuk sistem peredaran darah tunggal.
· Sistem peredaran darah pada kecebong menyerupai sistem peredaran darah pada ikan.
· Aliran darah pada kecebong dimulai dari kepala menuju ekor melalui pembuluh arteri. Kemudian darah dibawa oleh vena dari ekor menuju kepala. Darah dari jantung akan dipompa melewati aorta ventral dan mengalir ke insang. Darah memasuki kapiler-kapiler dalam insang. Disinilah terjadi pertukaran gas, yaitu CO2 dilepas dan darah akan mengambil O2. Selanjutnya darah mengalir melewati aorta dorsal menuju kapiler-kapiler di seluruh tubuh, untuk memberikan O2 dan sari sari makanan. Akhirnya darah kembali menuju jantung melewati vena.
· Kecepatan aliran darah arteri lebih cepat karena adanya oksigen yang mempercepat aliran darah dan adanya serat elastis.
DAFTAR PUSTAKA
Isnaeni, Wiwi. 2006. FISIOLOGI HEWAN. Yogyakarta: PT. Kanisius
Sri Lestari, Endang dan Kistinah, Idun. 2009. BIOLOGI BSE. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Nurkamila, Siti dan Nurjaman, Sopyan. MODUL PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN. 2019. Garut





No comments:
Post a Comment