LAPORAN PRAKTIKUM PROSES OKSIDASI DAN PROSES RESPIRASI
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Praktikum Fisiologi Hewan yang diampu oleh Ibu Siti Nurkamilah M.Pd
Disusun oleh :
Annisa Muthmainah (17543004)
Ayu Mutia Lestari (17542002)
Elsa Nursafitri Utami (17542012)
Lutfi Muhamad Fauzi (17541003)
Pina Yulianti (17543011)
Yuli Sumiati (17543018)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TERAPAN DAN SAINS
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA
2019
I. Tujuan Praktikum
1. Untuk mengetahui proses respirasi sel
2. Untuk memahami proses respirasi anaerobic (Fermentasi)
3. Untuk mengetahui jenis respirasi pada suatu sel makhluk hidup
4. Untuk memahami proses oksidasi dalam masa respirasi
II. Landasan Teori
Di dalam sel hidup terjadi proses metabolisme. Salah satu proses tersebut adalah katabolisme. Katabolisme disebut pula disimilasi karena dalam proses ini energy yang tersimpan ditimbulkan kembali atau dibongkar untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Adapun proses katabolisme yang akan dibahas adalah mengenai respirasi sel.
Respirasi sel berlangsung di dalam mitokondria melalui proses glikolisis yaitu proses pengubahan atom C6 menjadi C3. Dilanjutkan dengan proses dekarboksilasi oksidatif yang mengubah senyawa C3 menjadi senyawa C2 dan C1 (CO2). Kemudian Daur Krebs mengubah senyawa C2 menjadi CO2 pada setiap tingkatan proses ini dihasilkan energy berupa ATP (Adenosin Tri Phosphat) dan hydrogen.
Ada dua jenis respirasi sel yaitu :
1. Respirasi Aerob/Aerobik
Respirasi aerobic dapat diartikan sebagai serangkaian reaksi enzimatik yang mengubah glukosa secara sempurna menjadi CO2 H2O dan energy. Reaksi dapat terjadi secara sempurna karena terdapat cukup oksigen. Energi yang dihasilkan dalama pernapasan aerob adalah 38 ATP
2. Respirasi anaerob/anaerobic (Fermentasi)
Pernapasan ini dapat diartikan sebagai serangkaian reaksi enzimatik yang mengubah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen. Pada manusia respirasi ini menghasilkan asam laktat, sedangkan pada tumbuhan reaksi ini menghasilkan CO2 dan alcohol. Respirasi ini hanya menghasilkan sedikit energy yaitu 2 ATP.
III. Alat dan Bahan
· Tabung reaksi
· Bunsen spiritus
· Kawat kasa
· Kaki tiga
· Penjepit tabung reaksi
· Pipet tetes
· Gelas kimia
· Larutan gist/ragi (15 gram dalam 25o cc larutan sukrosa 10%
· Methylen blue diencerkan
· Larutan glukosa 10 % dalam aquades
IV. Langkah Kerja
1. Diberi tabel pada masing-masing tabel dengan huruf A, B, C dan D
2. 5 cc larutan gist / ragi yang telah dibuat kemudian dididihkan dengan bunsen
3. Masing-masing 1 cc larutan gist / ragi yang telah dipanaskan tersebut dimasukkan ke dalam tabung A dan B
4. Kemudian 5 cc larutan gist / ragi yang masih dingin diambil lalu dimasukkan masing-masing ke tabung C dan D
5. Ditambahkan larutan glukosa 10% dan methyilen blue ke setiap tabung di atas
6. Diencerkan tabung tersebut dengan aquades sebanyak 5 cc, kemudia sumbat dengan ibu jari dan kocok
7. Tabung B dan D dibiarkan terbuka , sedangkan tabung A dan C tertutup dengan plastik/kapas
8. Semua tabung reaksi dimasukkan kedalam air yang bersuhu 40 C
9. Dilakukan pengamatan perubahan warna yang terjadi selama 15 menit selama 60 menit
V. Hasil Pengamatan
Tabung
|
Warna
| ||||
Sebelum
|
Sesudah
| ||||
10’
|
10’
|
10’
|
10’
| ||
A
|
Biru
|
+++
|
+++
|
++
|
++
|
B
|
Biru
|
+++
|
++
|
+
|
+
|
C
|
Biru
|
+++
|
++
|
+
|
Putih
|
D
|
Biru
|
++
|
+
|
Putih
|
Bening
|
VI. Pembahasan
Dari hasil data pengamatan di atas dapat dilihat perbedaan kecepatan perubahan warna antara tabung A, B dengan tabung C, D. Tabung C, D mengalami perubahan warna lebih cepat dari tabung A, B. Hal tersebut terjadi karena pada tabung A, B sebelumnya telah dipanaskan. Proses pemanasan tersebut menyebabkan organisme pada tabung A, B mati sehingga proses respirasinya terhambat. Sedangkan pada tabung C, D yang tidak dipanaskan mengalami perubahan warna yang signifikan hingga menuju titik akromatis. Hal tersebut menandakan bahwa organisme pada tabung C, D aktif melakukan respirasi sehingga proses respirasi berlangsung secara optimal.
Pada tabung C, D juga terdapat perbedaan kecepatan perubahan warna. Tabung D lebih cepat mengalami perubahan warna dari tabung C. Hal tersebut terjadi karena keduanya diberikan perlakuan yang berbeda. Tabung D dibiarkan terbuka sedangkan tabung C ditutup dengan kapas hingga tidak ada oksigen yang masuk. Tabung D yang dibiarkan terbuka mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sehingga proses respirasi terjadi secara sempurna. Proses respirasi yang menggunakan oksigen disebut respirasi aerob. Sedangkan pada tabung C yang ditutup mengalami proses respirasi yang tidak sempurna karena kurangnya pasokan oksigen. Respirasi tersebut disebut dengan respirasi anaerob, yaitu respirasi yang tidak menggunakan oksigen.
Begitupun dengan tabung A, B juga diberikan perlakuan yang berbeda. Tabung A ditutup dengan kapas sedangkan tabung B dibiarkan terbuka. Sehingga tabung B lebih cepat mengalami perubahan warna karena terjadi respirasi yang sempurna atau respirasi aerob. Pada tabung A tidak terjadi respirasi yang sempurna atau respirasi anaerob karena tidak adanya oksigen.
Perubahan warna yang paling cepat terjadi pada tabung D karena tidak terjadi pemanasan dan dibiarkan terbuka. Sedangkan tabung yang paling sedikit mengalami perubahan warna terjadi pada tabung A yang telah mengalami pemanasan dan ditutup dengan kapas.
VII. Kesimpulan
Respirasi sel adalah proses pernafasan internal yaitu yang terjadi di dalam sel untuk mengubah glukosa menjadi CO2, H2O dan energi. Respirasi berlangsung dalam mitokondria melalui proses glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs, dan transport elektron. Dalam masa respirasi tersebut ada yang disebut proses oksidasi yaitu tahapan pada saat fase kedua glikolisis, dengan mengubah triosafosfat menjadi asam piruvat.
Pada praktikum ini terjadi perbedahan kecepatan perubahan warna antara tabung A, B dengan tabung C dan D. Ini dikarenakan perlakuan yang berbeda pada tabung tersebut yang menghasilkan respirasi aerob pada tabung B dan D, sedangkan pada tabung A dan C terjadi respirasi anaerob. Dengan demikian, banyak sedikitnya oksigen menentukan kecepatan perubahan warna.
Daftar Pustaka
Poedjadi, Anna.2005. Dasar Dasar Biokimia. Jakarta : UI PRESS
Isnaeni, Wiwi. 2006. FISIOLOGI HEWAN. Yogyakarta : PT KANISIUS

No comments:
Post a Comment