Hi sahabat smile now i d'like to post my novel. tapi ceritanya sambung menyambung ya guys.. supaya menjadi satu. hehe..
kalo kalian pengen ngomen atau ngasih saran boleh banget guys.. nanti aku piki2 buat di ku masukin ke alur ceritanya. kalo kalian mau nama kalian masuk seri novel ini jga bisa loh...
Yuk langsung aja chek it out!!
CINTA DALAM DIAM
Raiya namanya. Setiap hari hanya buku, pensil, hp, dan laptop yang menemaninya. Seorang mahasiswa pendidikan biologi yang sangat tidak dia sukai sewaktu SMA, di suatu kampus yang telah berubah tingkatannya dari sekolah tinggi menjadi institute. Hari demi hari ia jalani dengan berusaha menyenangi prodi ini.
“Tuk tuk tuk…. Assalamualaikum…” dengan nafas terengah engah karena takut dimarahi dosen. Hari ini adalah hari kuliah pertamanya. “Waalaikum salam.. silahkan masuk” seorang lelaki yang tidak terlalu tua mempersilahkannya masuk. Dia langsung masuk dan duduk dikursi paling belakang. Lelaki itu memiliki wajah tampan, seperti ada sedikit wajah oriental dan juga tinggi. Mata Raiya seolah kagum karena dosennya ternyata menarik. Ternyata dosen itu memngampu mata kuliah Kimia dan Fisika. Bertambahlah rasa sukanya dengan dosen itu. Dari delapan mata kuliah, hanya matkul Kimia dan Fisikalah yang iya sukai. Bakan ia merasa bahwa dia bukan mahasiswa biologi.
Raiya Azolla..? dosen itu mengabsennya. “Saya Pak.” Sambil mengangkat tangannya. “Asalnya dari mana?” Dosen itu menanyakan tempat tinggalnya. “Perbatasan garut tasik Pa..” sambil merasa bingung iya katakana, soalnya tempat itu lebih familiar dari pada alamatku sebenarnya. Sambil tersenyum dosen itu berkata…” Oh berarti bisa pulang bareng saya ya..”. Cie…cie…. Semua mahasiswa gaduh. Raiya pun senyum.
Esok harinya saat matkul Kimia untuk biologi, Dosen tersebut masuk dengan ke kelas, “Asssalamualaikum…” melangkah dengan kaki panjangnya dan matanya yang sangat kalem. Membuat Raiya yang sedang baca buku , kerasak kerusuk menutup bukunya dan menjawab salam dosen itu, bersama dengan mahasiswa lainnya. “Ada yang mau ngambilin air? Raiya aja ya…” Mana Raiya? Dosen tersebut meminta Raiya untuk menyambilkan air. “Saya pa” Langsung dia keluar dan mengambilkan air minum. Saat dikoridor, dia bertemu dengan dosen itu yang akan kembali ke ruangan dosen sebentar. “Bisa kan? Massa ga bisa…” Dosen itu dan Raiya tersebum. Saat pelajaran berlangsung, Raiya selalu disuruh untuk mengerjakan soal yang diberikan di papan tulis. Itulah yang membuatnya senang. Dia dihargai di kelas ini. Seperti biasa Raiya selalu benar dalam menjawab pertanyaan itu.
Tibalah saatnya pulang. Pukul 16.00 semua matkul telah selesai iya ikuti. Raiya berjalan kaki sendiri keluar kampus. “Raiya…” Terdengar suara laki laki menganggilnya. Dengan kebingungan iya menengok ke belakang . Ternyata….
No comments:
Post a Comment