Saturday, December 22, 2018

Laporan Praktikum 3
FUNGI

Disusun untuk memenuhi salah satu mata kuliah Praktikum Botany Cryptogamae yang diampu oleh dosen Hj. Leni Sri Mulyani M,Pd




Disusun oleh
Yuli Sumiati  (17543018)
Elsa Nursafitri Utami
Dea Fitriani
Sri Mulyani
Lutfi Muhamad Fauzi

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TERAPAN DAN SAINS
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA
2018







PRAKTIKUM 3
FUNGI
TUJUAN
Mengidentifikasi beberapa jenis jamur, beserta ciri-cirinya.
LANDASAN TEORI
                         Fungi (jamur) adalah organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Karena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup, Jamur dipisahkan dalam kingdom nya tesendiri, fungi tidak termasuk dalam kindom pro-tista, monera, maupun plantae. Karena tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya. Umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan menguai sampah oganik seperti bankai menjadi bahan anoganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), adapula yang hidup dengan simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).
             Fungi atau jamur adalah nama umum, sedangkan nama lainnya disebut kapang, cendawan, atau supa (suung). Jamur mudah dikenali, apabila jamur telah memben-tuk alat pembiakannya, yaitu spora. Bagian fase jamur yang mudah dikenali ini sebenarnya merupakan satu fase atau tahapan bentuk pergiliran turunannya, yaitu sporofitnya. Sporofit adalah suatu fase tumbuhan yang menghasilkan spora. Sebelum jamur menghasilkan spora terlebih dahulu jamur membentuk badan penghasil spora, seperti sporangium, askus, basidium, ataupun konidiofor. (Yudianto, 1992, hlm 72). Menurut (Yudianto, 1992, hlm 74), terdapat dua macam perkembangbiakan  jamur yaitu:
Vegetatif atau pembiakan aseksual. Ialah pembiakan yang terjadi tanpa melalui perkawinan, dapat berlangsung dengan berbagai cara seperti fragmentasi (potongan hifa/miselium), membelah diri (pada jamur ber sel satu seperti khamir), bertunas (terjadi pada golongan khamir seperti Saccharomyces, spora kembara (pada jamur lendir), dan konid-iospora (ujung hifa tertentu yang membagi-bagi diri membentuk bangun bulat, telur, atau persegi.
 Generatif atau seksual. Terjadinya perkawinan jamur diperlukan dua jenis hifa yang berbeda, yang menghasilkan peleburan dua gamet/sel kelamin jantan dan betina. Umumnya  jamur tidak memiliki alat yang menghasilkan gamet, sehingga hifa yang dapat kawin disebut hifa positif (+) dan hifa negatif (-). Beberapa jamur tingkat tinggi sudah memiliki alat kelamin penghasil gamet jantang disebut spermatia dan  penghasil gamet betina disebut gametangium (oognium). Menurut (Sukarsumah, dkk, 2015), untuk klasifikasi yang modern jamur merupakan divisi tersendiri yaitu :
Myxomycotina
 (myco = lendir, mykes = jamur) golongan jamur yang fase vegetatifnya serupa lendir. Hanya ada satu kelas yaitu Myxomycetes
Eumycotina (eu = benar, sejati, + mykes = jamur) golongan jamur yang sudah membentuk tubuh serupa benang atau hifa (miselium). Terbagi menjadi empat kelas, yaitu:
 Phycomycetes (phycos = ganggang + mykes) kelas jamur yang umumnya memiliki hifa tidak bersekat, perkembangbiakan vegetatif dengan spora kembara dan sporangiospor, perkembangbiakan generatif dengan mengada-kan konyugasi antara dua hifa positif (+) dengan hifa negatif (-). Contoh  jamur dari kelas ini yaitu  Rhizopus,  Mucor,  Pilobolus, Phytophthora.
Ascomycetes ( askos = kantung + mykes ) kelas jamur yang menghasilkan tubuh buah dengan badan sel pembentuk spora yang berkantung-kantung, memiliki hifa bersekat, tetapi ada pula yang bersel tunggal. Contoh jamur mikrokopis dari kelas ini antara lain: Penicillium notatum, Saccharomyces cereviceae, Aspergillus flavus, dan Fusarium. Sedangkan contoh jamur yang makroskopis adalah Morchella esculenta, Peziza vesiculos dan Peziza au-rantia.
 Basidiomycetes ( basis = dasar, idion, mykes = jamur) suatu kelas yang karak-teristik umumnya menghasilkan basidiospora, mempunyai hifa yang ber-sekat, dan tubuh buahnya mudah dilihat oleh mata. Contoh jamur dari kelas ini yaitu Volvariella volvacea.
Deuteromycetes ( deutero= kedua + mykes = jamur) ialah kelompok jamur yang belum diketahui pembiakan generatifnya (jamur tidak sempurna. Contoh jamur di kelas ini yaitu Neurospora sitophila.

ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah :
No
Nama Alat
Gambar
Fungsi
1
Mikroskop

Untuk mengamati objek yang mikroskipis
3
Objek glass

Untuk tempat objek yang akan diamati
4
Cover glass

Untuk menutupi objek pada objek glass
5
Pipet tetes

Untuk mengambilobjek yang akan diamati
6
Tisue

Untuk membersihkan objek glass
7
Batang penjepit

Untuk menjepit jenis jamur yang akan di amati




Bahan yang diperlukan dalam dalam praktikum kali ini :
No
Nama bahan
Gambar
1
Conocybe cyanopus

2
Polyporus aculatus

3
Tempe

4
Tomat yang sudah busuk

5
Auracularia sp

6
Pleurotus ostreatus



 LANGKAH KERJA
Dikumpulkan setiap fungi yang akan diidentifikasi
Diamati fungi yang ukurannya mikroskpis pada mikroskop, mula-mula gunakan pengamatan dengan perbesaran rendah, kemudian perbesaran kuat bisa diperlukan
Diperhatikan bagian-bagian fungi yang diamati pada aspek-aspek berikut :
Bentuk talus
Warna talus
Bentuk inti sel (Eukariota dan prokariota)
Keberadaan bentuk sel khusus yang berbeda bentuknya dengan sel-sel lainnya seperti heterocyt (bentuk selnya lebih besar dari sel-sel laiinya dan nampak lebih bening), bentuk kloroplas dan lainnya.
Digambar morfologi talus dari bebarapa spesimen yang diamati pada lembaran-lembaran pengamatan yang ditermukan













          3.5   DATA PENGAMATAN
Gambar morfologi thalus
Klasifikasi


Divisio     :  Basidiomycota
Classis     :  Agaricomycetes
Ordo        :   Agaricules
Familia     :  Bolbitiaceae
Genus      :   Conocybe
Species    :   Conocybe cyanopus

Gambar literature
Tanda tanda penting


Termasuk jamur makroskopis.
Berwarna coklat.
Stipe bagian atasnya putih, bawahnya coklat.
Volva berwarna coklat.
Bentuk tudung seperti paying.
Tumbuh di tanah lembab.
Tingginya ± 5 cm.
Tidak berklorofil

Gambar morfologi thalus
Klasifikasi


Divisio     : Eumycota
Classis     :  Homobasidiomycetes
Ordo        :   Agaricales
Familia     :  Tricholomatacea
Genus      :   Pleurotus
Species    :  Pleurotus ostreatrus

Gambar literature
Tanda tanda penting


Memiliki hifa.
Termasuk jamur makroskopis.
Tumbuh pada kayu lapuk.
Tubuh buah berwarna putih.
Tangkainya tidak terbentuk pada tengah tudung tetapi pada sisi tudung.
Permukaaan agak licin.
Tidak berklorofil


Gambar morfologi thalus
Klasifikasi


Divisio     :  Basidiomycota
Classis     :  Agaricomycetes
Ordo        :  Auriculariales
Familia     :  Auriculariaceae
Genus      :   Auricularia
Species    :   Auricularia aurita

Gambar literature
Tanda tanda penting


Thalus tidak bermiselium.
Permukaan belakang terdapat rambut halus.
Warna merah kecoklatan.
Tidak punya stipe.
Teksturnya seperti jeli tipis.
Permukaan atas licin.


Gambar morfologi thalus
Klasifikasi




Divisio     :  Basidiomycota
Classis     :  Agaricomycetes
Ordo        :   Polyporales
Familia     :  Polyporaceae
Genus      :   Polyporus
Species    :   Polyporus acularius

Gambar literature
Tanda tanda penting

Termasuk jamur makroskopis.
Terdapat tudung berbentuk paying terbalik.
Pada sisi tudung terdapat rambut .
Pada bagian belakang tudung terdapat miselium yang seperti rongga.

Gambar morfologi thalus
Klasifikasi




Divisio     :  Eumycota
Classis     :  Zygomicetes
Ordo        :   Mucorales
Familia     :  Mucoraceae
Genus      :   Rhizopus
Species    :   Rhizopus nigricans

Gambar literature
Tanda tanda penting



Termasuk jamur mikroskopis.
Tidak bersekat.
Terdapar banyak spora.
Morfologi thalus sama seperti Rhizopus oryzae.
Warnanya bening.
Ditemukan pada tomat busuk.


Gambar morfologi thalus
Klasifikasi


Divisio     :  Eumycota
Classis     :  Zygomicetes
Ordo        :   Mucorales
Familia    :   Mucoraceae
Genus      :   Rhizopus
Species    :   Rhizopus oryzae

Gambar literature
Tanda tanda penting

Termasuk jamur mikroskopis.
Thalusnya terdiri dari stipe dan sporangium, stolon dan rhizoid.
Dalam satu gundukan rhizoid, terdapat lebih dari dua stipe.
Antar gundukan stipe dihubungkan oleh stolon.
Tidak memilihi hifa.
Ditemukan pada tempe.

 3.6   PEMBAHASAN
Conocybe cyanopus    
Klasifikasi
Divisio     :  Basidiomycota
Classis     :  Agaricomycetes
Ordo        :   Agaricules
Familia     :  Bolbitiaceae
Genus      :   Conocybe
Species    :   Conocybe cyanopus

Morfologi
                     Conocybe cyanopus adalah anggota dari genus Conocybe yang mengandung senyawa obat psilocybin. Ia dulunya dikenal sebagai Pholiotina cyanopoda, Conocybe cyanopoda, dan Galerula cyanopus. Deskripsi Conocybe cyanopus adalah jamur kecil berbentuk saprotrophic dengan konic ke cembung lebar yang halus dan berwarna oker untuk kayu manis coklat. Biasanya kurang dari 25 mm dan margin adalah striate, sering dengan sisa-sisa berserat dari cadar parsial. Insangnya berotot dan tertutup, berwarna cokelat kayu manis dengan tepi keputihan di dekat tepi, semakin gelap usia. Spora adalah kayu manis coklat, halus dan ellipsoid dengan pori kuman, berukuran 8 x 5 mikrometer. Batangnya halus dan rapuh, keputih-putihan di bagian bawah dan kecoklatan di bagian atas, panjang 2-4 cm, tebal 1 hingga 1,5 mm, dan lebarnya sama untuk sebagian besar panjangnya, sering membengkak di bagian dasarnya. Batang tidak memiliki anulus (cincin) dan pangkal biasanya berwarna biru. Warna tutup mencerahkan saat kering, berubah warna menjadi cokelat. Seperti beberapa spesies padang rumput lainnya seperti Psilocybe semilanceata, Psilocybe mexicana dan Psilocybe tampanensis, Conocybe cyanopus dapat membentuk sclerotia, bentuk aktif dari organisme, yang memberikannya perlindungan dari kebakaran hutan dan bencana alam lainnya.
Distribusi dan Habitat
   Distribusi dan habitat Conocybe cyanopus tumbuh di rumput, ladang, area berumput, tetapi jarang. Hal ini diketahui terjadi di iklim dingin Amerika Utara dan Eropa, tetapi mungkin lebih banyak didistribusikan. Ini dapat ditemukan di British Columbia, Colorado, New York, Oregon, Washington), Finlandia, Jerman dan Norwegia. Edibilitas Hallucinogenic, mengandung psilocin, psilocybin, dan baeocystin. Jamur ini mengandung 0,5 hingga 1,0 persen psilocybin. Sebagian besar ahli mikologi menyarankan agar tidak makan jamur ini karena mudah keliru untuk spesies beracun. Badan Buah Potensi telah ditemukan mengandung sekitar 0,33-1,01% psilocybin, 0-0,007% psilocin, dan 0,12-0,20% baeocystin.

Ploreutus ostreatus
 Klasifikasi
           Divisio     : Eumycota
           Classis     :  Homobasidiomycetes
           Ordo        :   Agaricales
           Familia     :  Tricholomatacea
           Genus      :   Pleurotus
           Species    :  Pleurotus ostreatrus
 Morfologi
                       Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping dan bentuknya seperti tiram sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
Reproduksi
Pembiakan Aseksual
              Pembiakan seksual dengan spora. Spora dibentuk secara langsung pada atau dalam hifa khusus atau tidak. Atau spora dibentuk dalam sporangium dengan jumlah tertentu atau tidak tertentu. Jenis spora tertentu (askokarp dan basidiospora) dibentuk pada waktu tertentu di dalam siklus hidupnya dan pembentukannya didahului dengan pembelahan meiosis.

Pembiakan Seksual
             Pembiakan seksual meliputi dua proses yang berbeda : pertama  plasmogami yaitu peleburan dari dua protoplas yang berinti satu atau berinti banyak dengan jenis kelamin yang berbeda; kedua kariogami yaitu dua inti dari jenis yang berlainan bersatu membentuk inti diploid. Beberapa Eumycota segera mengadakan kariogami setelah plasmofami. Sedangkan Eumycota lainnya setelah plasmogami tidak segera terjadi kariogami, sehingga terbentuklah deretan sel sel yang berinti dua dengan jenis kelamin yang berlawanan dan akhirnya membentuk sel khusus dimana terjadi kariogami.
Habitat
            Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu.
Peranan

Auricularia aurita
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Basidiomycota
Kelas : Auriculariales
Famili : Auriculariaceae
Genus : Auricularia
Spesies : Auricularia auricula

Morfologi
                 Tubuh buah kenyal atau seperti gelatin jika dalam keadaan segar dan menjadi keras seperti tulang jika kering, berbentuk mangkuk atau kadang-kadang dengan cuping seperti kuping yang berasal dari titik pusat perlekatan, diameter   2-15 cm, tipis berdaging, dan kenyal. Permukaan luar steril, seringkali berurat, berbulu sangat kecil atau berambut. Berwarna cokelat muda sampai cokelat kemerahan, menjadi kehitaman jika mengering. Permukaan dalam fertil, licin sampai agak berkerut, bergelatin jika basah. Tangkai tidak ada atau mengalami rudimenter. Jejak spora putih, spora berada dipermukaan dalam biasanya pada permukaan bagian bawah, berukuran 12-8 x 4-8 mikron. Basidium mempunyai sekat melintang sebanyak tiga buah.
Reproduksi
             Jamur kuping bereproduksi secara vegetatif atau generatif. Cara reproduksi vegetatif dari jamur kuping adalah dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium. Sedangkan, reproduksi generatif jamur kuping adalah dengan menggunakan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang selanjutnya menghasilkan spora yang disebut basidiospora
Habitat
             Hidup soliter atau bergerombol pada batang kayu, ranting mati, tunggal kayu dan lain-lain, melekat pada substrat secara sentral atau lateral. Penyebaran pada kayu keras dan konifer. Tubuh buah jamur seringkali dijumpai pada musim hujan
Peran
              Jamur kuping memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya untuk mengurangi penyakit panas dalam dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar. Bila jamur kuping dipanaskan maka lendir yang dihasilkannya memiliki khasiat sebagai penangkal (menonaktifkan) zat-zat racun yang terbawa dalam makanan, 6 baik dalam bentuk racun nabati, racun residu pestisida, maupun racun berbentuk logam berat. Kandungan senyawa yang terdapat dalam lendir jamur kuping juga efektif untuk menghambat pertumbuhan karsinoma dan sarkoma (sel kanker) sehingga 80-90% serta berfungsi sebagai zat anti koagulan (mencegah dan menghambat proses penggumpalan darah). Manfaat lain dari jamur kuping dalam kesehatan ialah untuk mengatasi penyakit darah tinggi (hipertensi), pengerasan pembuluh darah akibat penggumpalan darah, kekurangan darah (anemia), mengobati penyakit wasir (ambeien), dan memperlancar proses buang air besar.

 Polyporus Arcularis
Klasifikasi
Kingdom : Fungi
Divisio : Basidiomycota
Classis : Agaricomycetes
Ordo : Polyporales
Familia : Polyporaceae
Genus : Polyporus
Spesies : Polyporus arcularius
Morfologi
Polyporus arcularius merupakan divisio dari basidiomycota ciri umumnya dengan hifanya bersekat dikariotik (setiap sel memiliki inti sel yang berpasangan), bentuk tubuh mikroskopis sehingga dapat dilihat langsung, bentuk tubuh buahnya (basidiokarp) yang menyerupai yang yang terdiri dari batang dan tudung, berwarna putih kecoklatan, memiliki tangkai yang sangat pendek menempel dibagian sisi dasar jamur dengan panjang sekitar 1 cm, tidak memiliki cincin dan cawan, sisi tudung terdapat rambut dan bagian belakang tudung terdapat miselium seperti berongga. Polyporus juga dapat disebut dengan jamur braket.
Habitat
Jamur ini pada umumnya hidup di kayu-kayu yang telah lapuk.
Reproduksi
Reproduksi polyporus dengan cara seksual dan aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan membentuk spora konidia, tetapi jarang terjadi dalam reproduksi aseksual ini. Sedangkan reproduksi secara seksual dengan perkawinan 2 hifa yang berbeda jenis, Mula-mula ujung hifa bersinggungan akan terjadi plasmogami. Inti salah satu berpindah ke hifa lain sehingga terbentuk hifa haploid dikariotik. Hifa-hifa ini akan membentuk miselium yang dikariotik.
Peranan
Polyperus digunakan dalam pengobatan tradisional dan mereka aktif dipelajari untuk nilai obat dan berbagai aplikasi industri
Rhizopus oryzae
   Klasifikasi
Kingdom : Fungi
Divisio : Zygomycota
Class : Zygomycetes
Ordo : Mucorales
Familia : Mucoraceae
Genus : Rhizopus
Species : Rhizopus oryzae
   Morfologi
          Rhizopus oryzae memiliki tangkai, akar, dan bagiam buah yang berbentuk bulat dengan dipenuhi spora, dinding halus, spora berbentuk bulat. Koloni berwarna putih, hifa tidak bersekat (senositik), hidup sebagai saprotrof, yaitu dengan menguraikan senyawa organik. Sporangiopora tubuh dari stolon dan mengarah ke udara, baik tunggal maupun kelompok rhizoid tumbuh berlawanan dan terletak pada posisi dengan sporangifora.
    Reproduksi
            Species Rhizopus oryzae bereproduksi secara seksual dan aseksual . reproduksi seksual dengan melakukan Reproduksi secara seksual dilakukan dengan fusi hifa dan hifa membentuk  progamentangium. Progamentangium akan membentuk gametangium. Setelah terbentuk gamentangium, akan terjadi penyatuan plasma yang disebut  plasmogami. Hasil peleburan plasma akan membentuk cigit yang kemudian tumbuh menjadi zigospora. Zigospora yang telah tumbuh akan melakukan  penyatuan inti yang disebut kariogami dan akhirnya berkembang menjadi sporangium kecambah. Di dalamsporangium kecambah setelah meiosis akan terbentuk spora dan spora yang masing-masing akan tumbuh menjadi hifa. Sedangkan secara aseksual dengan spora nonmotil yang dihasilkan oleh sporangium.Species Rhizopus oryzae dapat ditemukan pada makanan tempe.

    Peranan
       Manfaat dari Rhizopus oryzae adalah untuk mengubah amilum dalam kedelai menjadi gula dan dapat memecah protein dan lemak yang ada di dalam sel-sel kedelai dan kacang, sehingga tempe itu mudah di cerna oleh  pencernaan manusia.

Rhizopus nigricans
Klasifikasi
Divisio     :  Eumycota
Classis     :  Zygomicetes
Ordo        :   Mucorales
Familia     :  Mucoraceae
Genus      :   Rhizopus
Species    :   Rhizopus nigricans
Morfologi
              Rhizopus nigricans mempunyai hifa yang bercabang, tidak bersekat saat muda, dan bersekat saat dewasa. Bagian hifa dari jamur Rhizopus nigricans yang dapat dilihat di mikroskop adalah rhizoidnya. Bentuk jamur ini setelah diamati dengan mikroskop, terdiri dari sporangium dan stipa. Jamur ini memiliki warna hitamn, sehingga disebut jamur hitam.
Reproduksi
Pembiakan seksual
Dua hifa dari jenis kelamin yang berbeda bersatu. Bagian ujung hifa menggelembung penuh protoplasma disebut progametangia. Pada kedua ujung hifa yang menggelembung dibentukgametangium yang penuh butir butir protoplasma yang beinti banyak. gametangia yang berpasangan ujuran dan jumlah intinya bertambah diantara kedua gametangia dibentuk lubang besar. Kedua protoplas gametangia melebur membentuk zigot berdinding tebal dan berbentuk bintik. Zigot istirahat kemudian terjadi pembelahan reduksi laly darii zigot tumbuh benang dengan sporangium di ujungnya.

Pembiakan aseksual
Pembiakan aseksual dengan aplanospora (spora yang tidak berflagel) dibentuk dalam sporangium yang terdapat pada sporangiorta. Sporangium menghasilkan banyak spora atau satu spora.
Habitat
Dapat ditemukan pada buat tomat yang sudah busuk.
Peran
Digunakan dalam bidang industry menghasilkan asam organic, alcohol dan sebagainya.































3.7   KESIMPULAN

                       Jamur adalah tumbuhan nonvascular, tidak berklorofil dan berkembangbiak dengan spora. Fungi dibagi kedalam beberapa kelas. Pada praktikum yang dilakukan yaitu mengamati enam spesies jamur, diantaranya: Conocybe cianopus dan Pleurotus ostreatus yang termasuk pada ordo Agaricales, Polyporus acularius yang termasuk pada ordo Polyporales,  Rhizopus oryzae dan Rhizopus nigricans yang termasuk pada ordo Mucorales, dan Auricula aurita yang termasuk pada ordo Auriculariales.
                        Conocybe cyanopus memiliki bentuk thalus seperti payung, pada bagian tengahnya mempunyai tangkai yang disebut stipa, memiliki miselium, warnanya tudung coklat dengan tangkai putih dan volva coklat. Dapat ditemukan pada tanah lembab. Pleurotus ostreatus memiliki stipa yang posisinya di salah satu sisi dari tudung, memiliki miselium, berwarna putih. Rhizopus oryzae dan Rhizopus nigricans bentuk thalus terdiri dari stipa dan sporangium, berwarna hitam untuk jamur tempe dan jamur roti berwarna putih. Polyporus acularius bentuknya volva seperti payung terbalik dengan miselium berongga, memiliki stipa, pada sisi volva terdapat rambut halus, dan warna thalusnya adalah coklat, ditemukan pada kayu yang masih hidup dan telah lapuk. Auricula aurita bentuk thalus seperti kuping dan mengandung gelatin. Berwarna coklat kemerahan, dan memiliki rambut halus pada bagian belakangnya. Jamur ini dapat ditemukan pada kayu yang lapuk
                       Dari semua spesies fungi yang diamati, semuanya termasuk pada sel Eukaryotik.











DAFTAR PUSTAKA

 HYPERLINK "http://mentarib1ru.blogspot.com/2012/09/rhizopus-oryzae.html.%20diakses%20pada%20tanggal%207" http://mentarib1ru.blogspot.com/2012/09/rhizopus-oryzae.html.(diakses pada tanggal 7 desember pukul 18.25 wib.
Rangkuman Fungi oleh Hj. Otang Hidayat
Sumber : https://www.e-jurnal.com/2013/04/jamur-kuping.html(Diakses : 8 Desember 2018, 06.15 WIB)








1 comment:

  1. Ato silahkan jangan ragu ragu untuk memberikan saran dan kritik yang membangun. trims

    ReplyDelete