Assalamualaikum wr.wb.. para pembaca setia dimanapun anda berada. Kali ini aku akan membagikan sebuah essay yang aku tulis sebagai persyaratan pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat tahun 2019. Jangan tanya hasilnya ya, Alhamdulillah masuk 100 besar calon duta yang lanjut ke babak selanjutnya. Namun karena aku adalah orang yang sangat mementingkan sekolah, karena pada waktu itu kebetulan hari senin dan aku ada presentasi di kampus. Jadi aku memutuskan untuk tidak melanjutkan pemilihan ini. Acaranya juga di Bandung, jauh dari kediamanku. Lagi pula aku masing anak mamih ya guys, ga berani pergi kalo ga ada temen. Apakah aku menyesal melepaskan kesempatan berharga ini? tentu saja kalo dibilang engga, boong banget ya guys. Ya adalah ya dikit, hehe. Tapi ya sudahlah yang penting pengalaman nulis essaynya juga dan lolos ke babak selanjutnya ada udh Alhamdulillah. Mungkin Tuhan tidak merestuiku untuk ikutan ajang duta dutaan. Duh maaf ya malah curhat dulu. Ok guys langsung aja ya.. silahkan dibaca dipahami baik baik hehe.. pasti ada coment dong ya.. langsung aja tulis komentar kalian di bawahya.. buat perbaikan juga.
Okay cek it out!!!!!!!!!!!!
Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Alat Diplomasi Kebahasaan Di Forum Internasional
Oleh: Yuli Sumiati
Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan Republik Indonesia. Ada lebih dari 1300 suku di Indonesia, berarti ada ratusan bahasa yang digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk berkomunikasi satu sama lain sesuai sukunya masing-masing. Dengan adanya bahasa persatuan, tidak membuat masyarakat melupakan bahasa ibunya. Bahasa Indonesia dan bahasa daerah dapat tetap digunakan bersamaan dengan tidak mendahulukan satu sama lainnya.
Seperti yang kita ketahui sekarang ini, banyak sekali warga negara asing yang sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Indonesia. Ada juga turis yang berniat untuk mempelajari bahasa Indonesia lewat masyarakat Indonesia langsung yang ada di area tempat wisata. Jika kita keluar negeri, pasti ada salah satu masyarakatnya yang dapat berbicara dengan bahasa Indonesia. Selain itu, bahasa Indonesia yang memiliki kosa kata dan grammar yang mudah untuk diucapkan dan dipelajari, membuat turis tidak terlalu kesulitan dalam mempelajarinya.
Berbicara mengenai bahasa Indonesia sebagai alat diplomasi kebahasaan di forum Internasional, tentunya merupakan kebanggaan bagi bangsa indonesia karena digunakan sebagai alat kumunikasi diplomasi. Apa yang dimaksud dengan diplomasi ? Diplomasi adalah hubungan Internasional antara satu negara dengan negara lainnya. Diplomasi pada umunya bersifat bilateral, akan tetapi dengan semakin kompleksnya masalah antarnegara, diplomasi yang bersifat multilateral makin penting. Ada dua instrument diplomasi, yaitu: (1) Departemen luar negeri, yang biasanya berkedudukan di ibu kota suatu negara pengirim; dan (2) Perwakilan diplomatic, yang ditetapkan dan berkedudukan di ibu kota negara penerima. Perserikatan Bangsa-Bangsa dapat juga disebut sebagai hubungan diplomasi multilateral. Seperti yang diketahui, bahasa resmi PBB terdiri dari enam bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, Tionghoa, Rusia, Arab, dan Prancis. Bahasa tersebut digunakan sebagai alat komunikasi pada saat pertemuan PBB berlangsung. Jika bahasa Indonesia termasuk dari salah satu bahasa resmi PBB, maka dapat kita asumsikan banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan. Misalnya Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak akan kesulitan dalam mengungkapkan pendapatnya di forum. Selain itu, akan menambah minat bangsa di seluruh dunia untuk mempelajari bahasa Indonesia. Dosen dari Indonesia akan banyak dibutuhkan oleh universitas universitas yang ada di seluruh dunia untuk mengajarkan bahasa Indonesia, karena salah satu motivasi yang dimiliki oleh seorang individu untuk mempelajari bahasa asing salah satunya adalah bahasa yang ia kuasai harus dapat digunakan di forum diskusi kenegaraan. Mungkin salah satunya adalah bahasa resmi PBB. Supaya bahasa yang ia kuasai itu dapat bermanfaat bagi dirinya dalam hal ekonomi. misalnya menjadi dosen di dalam atau di luar negeri. Mohamad Nuh pada Kongres Bahasa Indonesia X mengemukakan bahwa bahasa Indonesia mempunyai jumlah penutur terbesar keempat di dunia. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini juga mengungkapkan bahwa bahasa Indonesia sudah dipelajari di 45 negara di dunia. Terdapat 250 lembaga penyelenggara bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang tersebar di benua Asia, Australia, Eropa, Amerika, dan Afrika.
Mungkin ada yang belum mengetahui apa yang dimaksud dengan BIPA ini. Sudarwati (2014: 856) dalam karya tulis Idin Fasisaka dkk, memberikan definisi bahwa program pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing atau BIPA adalah sebuah wadah belajar bahasa Indonesia yang diperuntukan untuk warga negara asing. Gagasan untuk menjadikan bahasa Indonesia digunakan di forum Internasional juga tercantum dalam Undang-undang No. 24 Tahun 2009 pasal 44 menjalaskan bahwa pemerintah Indonesia telah meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional. Undang undang ini ternyata sudah lama dibuat, tetapi masih sedikit orang yang mengetahuinya. Dan bahkan mungkin diantara generasi milenial banyak yang tidak ingin melestarikan bahasa Indonesia karena terlihat lebih keren apabila menggunakan bahasa asing seperti bahasa Inggris.
Bahasa adalah kunci dunia, mengapa bahasa dikatakan sebagai kunci dunia? Karena dengan bahasa kita akan mengetahui semua hal baik itu hal biasa ataupun rahasia. Bayangkan saja jika bahasa inggris tidak kita kuasai, maka bagaimana kita bisa menguasai bahasa asing? Karena pada umumnya bahasa asing di seluruh negara selalu terlebih dahulu diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, tidak langsung diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Kembali kepada bahasa indonesia yang go Internasional, banyak sekali tahap-tahap yang harus generasi milenial lakukan. 45 negara yang mengajarkan bahasa Indonesia di perguruan tingginya dapat diperbanyak lagi. bagaimana cara untuk memperbanyak negara yang menggunakan bahasa Indonesia? Kita dapat melihat negara Korea, dengan budaya yang mereka miliki banyak orang di dunia yang tertarik dengan bahasa mereka. Begitupun juga kita, tidak boleh ketinggalan untuk memperkenalkan bahasa kita, lewat pagelaran ataupun kontes budaya Indonesia di seluruh negara. Selain itu perusahaan yang memproduksi film di Indonesia, harus lebih kreatif lagi dalam memberikan alur atau jalan cerita supaya menarik di mata dunia. Supaya mereka tertarik untuk mempelajarti budaya dan tentunya bahasa Indonesia. Tentunya masih banyak upaya yang dapat kita lakukan untuk jayanya bahasa Indonesia di kancah internasional. Intinya tergantung kita apakah ingin melestarikan atau melupakan.

No comments:
Post a Comment